logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Jokowi resmikan gedung baru ASEAN

Gedung baru ASEAN berdiri di atas lahan seluas 11.369 meter persegi dengan luas bangunan 49.993 meter persegi.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 08 Agst 2019 10:31 WIB
Presiden Jokowi resmikan gedung baru ASEAN

Presiden RI Joko Widodo menuturkan bahwa gedung baru Sekretariat ASEAN berperan untuk menunjuang misi dan sentralitasnya ke depan. Hal itu disampaikannya dalam acara peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo, Jakarta, pada Kamis (8/8).

"Indonesia ingin ASEAN berperan menyebarkan nilai-nilai dialog dan kerja sama. Untuk memainkan peran sentral dan menjalankan misinya, kunci utama ASEAN adalah persatuan," tutur Presiden Jokowi.

Dia menambahkan, gedung baru tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia memfasilitasi ASEAN untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien.

"Gedung baru ini mencerminkan semangat ASEAN dan akan membuat persatuan ASEAN semakin kokoh untuk menjalankan misi mempertahankan stabilitas di kawasan," lanjutnya.

Jokowi menyatakan ke depannya, ASEAN akan menghadapi tantangan yang sangat besar karena organisasi regional itu sangat majemuk baik dari segi ekonomi, sistem politik, agama dan etnis. Selain itu ada pula tarik-menarik antara kekuatan besar dunia yang semakin terasa dan memengaruhi kondisi global.

Menurutnya, ASEAN harus mempertahankan relevansinya, terus mengikuti perkembangan dunia dan bekerja cepat untuk merespons permasalahan di Asia Tenggara.

"Saya harap ke depannya sebagian besar kegiatan ASEAN dapat dilakukan di gedung baru ini. Hal ini tentu akan mengurangi biaya perjalanan pejabat Sekretariat ASEAN dan para wakil tetap negara anggota. Selanjutnya anggaran perjalanan itu dapat dialokasikan ke program-program ASEAN lain yang lebih bermanfaat," lanjut Jokowi.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai menyampaikan apresiasinya bagi Indonesia.

Sponsored

"Terima kasih atas dukungan yang Indonesia berikan semenjak Sekretariat ASEAN diresmikan pada 1981. Saya mengapresiasi kontribusi besar yang dibuat Indonesia atas gedung baru ini," tutur Menlu Don.

Menurutnya, gedung baru Sekretariat ASEAN tidak hanya akan memperkuat sentralitas, melainkan juga menumbuhkan identitas ASEAN yang mengedepankan persatuan dan kerja sama.

"Semoga markas baru ASEAN ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, melainkan juga berkontribusi untuk membuat keputusan-keputusan bersejarah," ujarnya.

Peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Presiden Jokowi dan penyerahan kunci secara simbolis kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi.

Acara peresmian gedung tersebut turut dihadiri oleh para menteri luar negeri dari negara anggota ASEAN, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, serta para dubes mitra wicara ASEAN.

Peresmian gedung baru kali ini bertepatan dengan peringatan 52 tahun berdirinya ASEAN. 

"Dalam 52 tahun berdirinya ASEAN, organisasi regional ini telah dapat memainkan peran sebagai motor perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan," ungkap Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa gedung yang dibangun selama kurang lebih 549 hari itu terdiri dari dua bangunan yang masing-masing memiliki 16 lantai.

Menlu Retno memaparkan, gedung itu didirikan di atas lahan seluas 11.369 meter persegi dengan luas bangunan 49.993 meter persegi.

"Gedung ini menyediakan 30 ruang pertemuan yang mampu mengakomodasi berbagai rapat penting ASEAN, ruang ekshibisi yang terbuka bagi publik dan ruangan bagi masing-masing delegasi negara anggota ASEAN," jelas Menlu Rento.

Kedua menara di gedung baru Sekretariat ASEAN dihubungkan oleh jembatan sepanjang 40,5 meter. Gedung itu juga merupakan bangunan yang didesain dengan konsep ramah lingkungan dengan standar Sertifikat Green Building Tingkat Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI).