sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Macron: NATO alami mati otak

Kanselir Jerman Angela Merkel menilai bahwa reaksi Macron berlebihan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 08 Nov 2019 12:25 WIB
Presiden Macron: NATO alami mati otak

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (7/11) memperingatkan negara-negara Eropa bahwa NATO sedang sekarat akibat kurangnya koordinasi antaranggota dan ketidakpastian Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan The Economist, Macron mengungkapkan keraguannya terhadap komitmen NATO yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu sekutu merupakan serangan terhadap seluruh anggota organisasi tersebut. Sikap itu telah menopang NATO sejak aliansi tersebut terbentuk pada 1949.

"Apa yang kita alami saat ini adalah mati otak NATO," kata Macron.

Dia mengatakan, ada kurangnya koordinasi strategis antara sekutu Eropa di satu sisi serta AS dan Turki di sisi lain.

Prancis memiliki peran ambivalen dalam NATO dengan tidak ambil bagian dalam perencanaan strategis militernya dari 1966 hingga 2009 meskipun menjadi salah satu anggota pendiri.

Kanselir Jerman Angela Merkel menilai bahwa reaksi Macron berlebihan.

"Presiden Prancis telah menggunakan kata-kata yang sedikit terlalu dramatis untuk mengekspresikan pandangannya. Pendapatnya sama sekali tidak sama dengan bagaimana saya melihat kondisi kerja sama di NATO," tutur Merkel dalam konferensi pers di Berlin bersama Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Stoltenberg mengatakan bahwa NATO berhasil mengatasi perbedaan di masa lalu, mengutip sejumlah peristiwa seperti Krisis Suez pada 1956 dan Perang Irak pada 2003.

Sponsored

Dia dan sejumlah sekutu lainnya ingin memproyeksikan citra persatuan di KTT NATO pada awal Desember, di saat militer China meningkatkan pengaruh dan apa yang mereka lihat sebagai upaya Rusia untuk merusak demokrasi Barat melalui serangan dunia maya serta kampanye disinformasi.

Di Rusia, komentar Macron dipuji dan dianggap sebagai penggambaran akurat kondisi NATO saat ini.

"Kata-kata itu benar ... Definisi tepat dari keadaan NATO," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

NATO disebut terguncang akibat pernyataan Trump pada Juli yang mengatakan bahwa organisasi itu sedang menghadapi krisis.

Citra persatuan organisasi internasional itu terpukul ketika Turki menentang sekutu-sekutunya dan meluncurkan serangan militer ke Suriah pada 9 Oktober.

Macron sebelumnya mengecam ketidakmampuan NATO untuk bereaksi terhadap Turki yang disebutnya melancarkan serangan tidak masuk akal. Menurutnya, sudah saatnya Eropa lebih tegas untuk menghadapi konflik di Timur Tengah.

Dalam wawancaranya pada Kamis, Presiden Macron menyebut AS menunjukkan tanda-tanda menarik diri dari NATO. Dia merujuk pada keputusan Trump yang tiba-tiba pada Oktober menarik pasukannya keluar dari Suriah tanpa berkonsultasi dengan negara sekutu lainnya.

Macron kemudian memuji inisiatif integrasi pertahanan Eropa yang independen yang bernama Inisiatif Intervensi Eropa. Sejauh ini, inisiatif tersebut telah menyatukan militer sembilan negara di Benua Biru yang siap menanggapi krisis di perbatasan Eropa tanpa bergantung pada NATO atau AS.

Uni Eropa juga baru-baru ini meluncurkan rencana pertahanan bernilai miliaran euro untuk mengembangkan dan menggunakan aset militer bersama-sama.

Namun, dengan pangkalan militer yang tersebar di Eropa dan hulu ledak nuklir yang disimpan di lima negara NATO, AS tetap menjadi pelindung utama sekutunya di Eropa dari Rusia yang dinilai semakin berani.

Sejak menjabat pada 2017, Trump menuduh sekutu Eropa yang tergabung di NATO tidak memikul tanggung jawab dengan adil. Dia menuntut mereka menaikkan pembelanjaan pertahanan NATO sebesar 2%.

Para sekutu Eropa menjawab kritik Trump dengan mengatakan bahwa keamanan bukan hanya tentang pengeluaran.

Sumber : Reuters

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB