sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Meksiko janji selidiki kecelakaan maut kereta metro

Sebanyak 24 tewas dan sekitar 80 lainnya terluka dalam kecelakaan kereta di Meksiko pada Senin (3/5).

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 05 Mei 2021 14:47 WIB
Presiden Meksiko janji selidiki kecelakaan maut kereta metro

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan yang bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 24 orang dalam runtuhnya jalur kereta metro.

Janji disampaikan saat layanan darurat di ibu kota bekerja mencari mayat para korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan gerbong yang runtuh pada Senin (3/5) malam.

Belasan orang terluka dalam kecelakaan tersebut, yang merupakan salah satu kecelakaan terburuk yang pernah terjadi di metro Mexico City.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang standar konstruksi dan pemeliharaan jaringan metro yang digunakan jutaan orang setiap hari.

"Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan ... untuk mengetahui kebenaran," kata Presiden Lopez Obrador dalam konferensi pers hariannya, Selasa (4/5).

Dia menambahkan, pakar internasional independen akan membantu jaksa dalam penyelidikan tersebut. "Kita tidak bisa berspekulasi, apalagi menyalahkan kemungkinan pelaku tanpa bukti," tambahnya.

Jalur metro terbaru itu dibangun saat Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard, sekutu dekat Lopez Obrador, menjadi Wali Kota Meksiko pada 2006-2012.

"Saya menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada pihak berwenang," kata Ebrard.

Sponsored

Pada 2014, penerus Ebrard sebagai wali kota, Miguel Angel Mancera, menangguhkan layanan belasan stasiun di jalur metro yang sama karena perbaikan diperlukan menyusul kerusakan berlebihan.

Sebuah penelitian kemudian menyimpulkan, ada masalah dengan desain, pengoperasian, dan pemeliharaan lintasan.

Bagian di mana kecelakaan pada Senin terjadi dibangun salah satu perusahaan miliarder Meksiko, Carlos Slim.

Gerbong kereta terlihat tergantung di jembatan layang metro di selatan ibu kota, berbalut jalinan kabel yang kusut.

Wali Kota Mexico City, Claudia Sheinbaum, kepada wartawan mengatakan, beberapa anak di bawah umur termasuk di antara 24 korban tewas. Hampir 80 orang lainnya dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Operasi penyelamatan dan pencarian terpaksa dihentikan sementara pada malam hari karena dikhawatirkan rongsokan terlalu tidak stabil. Namun, kemudian dilanjutkan dengan bantuan derek (crane).

Sebagian besar dari mereka yang terbunuh belum diidentifikasi secara resmi.

Pemimpin serikat pekerja kereta bawah tanah, Fernando Espino, kepada saluran televisi Milenio mengatakan, para insinyur telah melaporkan kegagalan di saluran dalam berbagai kesempatan.

"Itu bisa saja terjadi karena kelalaian. Mereka tidak menganggap keluhan kami serius," tambahnya.

Insiden pada Senin terjadi lebih dari setahun setelah dua kereta bawah tanah bertabrakan di Mexico City, menyebabkan satu orang tewas dan sekitar 40 lainnya terluka. (Channel News Asia)

Berita Lainnya