sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Ukraina: Tidak ada pemerasan saat ngobrol dengan Trump

Zelensky telah mendapat tekanan untuk menjelaskan percakapannya dengan Trump via telepon pada 25 Juli 2019.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 11 Okt 2019 12:23 WIB
Presiden Ukraina: Tidak ada pemerasan saat ngobrol dengan Trump

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuturkan pada Kamis (10/10) bahwa tidak ada pemerasan yang terjadi selama pembicaraannya dengan Donald Trump via telepon pada 25 Juli. Perbincangan itu telah mendorong upaya pemakzulan terhadap Trump oleh Demokrat di DPR Amerika Serikat.

Zelensky telah mendapat tekanan untuk menjelaskan percakapannya dengan Trump, di mana Presiden ke-45 AS itu meminta Ukraina untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang juga rival kuat Trump dalam Pilpres 2020 serta putranya Hunter Biden yang bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina, Burisma.

Burisma mendapat pengawasan ketat dari mantan jaksa agung Ukraina. Pada 2016, ketika Biden menjabat sebagai Wapres AS, dia dan sejumlah pejabat Barat lainnya, menekan Ukraina untuk menyingkirkan jaksa agung tersebut dengan alasan kekhawatiran atas komitmennya dalam memberantas korupsi.

Trump menuduh Biden mengintervensi untuk menggagalkan penyelidikan atas Burisma. Namun, pihak berwenang Ukraina telah menyatakan tidak ada bukti atas tuduhan tersebut.

Dalam percakapan telepon itu, Trump disebut berulang kali mengatakan pada Zelensky bahwa AS telah sangat, sangat baik ke Ukraina. Sementara Zelensky menuturkan bahwa Ukraina, sebuah negara yang bergantung pada bantuan keuangan dan pertahanan internasional serta rentan dibandingkan dengan negara tetangga, Rusia, yang kuat, bersedia melakukan penyelidikan.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga meminta Zelensky untuk menyelidiki Pemilu AS 2016.

Ada tanda tanya besar mengapa bantuan militer AS ke Ukraina senilai US$400 juta ditangguhkan jelang pembicaraan telepon Trump-Zelensky tersebut. Trump membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa langkah itu diambil untuk menekan Ukraina agar menyelidiki Biden dan putranya.

Kepada wartawan Zelensky menjelaskan bahwa tujuan pembicaraan teleponnya dengan Trump adalah untuk mengatur pertemuan keduanya dan tidak ada syarat dari pihak AS. Dia menegaskan perbincangannya dengan Trump tidak terkait dengan Burisma atau bantuan militer. 

Sponsored

"Saya tidak ingin ikut campur dalam pemilu AS," kata Zelensky, seraya menambahkan bahwa pihaknya tengah menanti jadwal kunjungan resmi ke Negeri Paman Sam.

Sementara itu, pensiunan Angkatan Darat AS yang juga mantan penasihat keamanan nasional Trump, H. R. McMaster, menegaskan bahwa sama sekali tidak tepat bagi seorang presiden untuk meminta negara lain ikut campur dalam proses politik AS. Namun, McMaster menyatakan dia sendiri tidak pernah menyaksikan Trump meminta bantuan asing. 

Dalam kampanyenya di Minneapolis pada Kamis malam, Trump mencurahkan setidaknya 20 menit untuk mencerca Demokrat, penyelidikan pemakzulan dan duo ayah anak Biden-Hunter.

Trump turut mengeluhkan liputan media yang menyebut tuduhannya terhadap Biden dan Hunter tidak berdasar. Di Minneapolis pula Trump menyatakan bahwa Demokrat menggelar penyelidikan pemakzulan karena tahu mereka tidak akan memenangkan pemilu 2020.

"Hunter, Anda tidak tahu apa pun soal energi, Anda tidak tahu apa pun soal China dan jujur saja Anda tidak tahu apa-apa soal apa pun. Mengapa Anda mendapat US$1,5 miliar, Hunter?," kata Trump.

Trump menambahkan, "Dan ayah Anda tidak pernah dianggap pintar, juga tidak dinilai sebagai senator yang baik, dia hanya seorang wapres yang baik karena dia mengerti bagaimana caranya mencium pantat Barack Obama."

Tuduhan Trump terkait dana US$1,5 miliar merujuk pada relasi bisnis Hunter dengan China. Sebuah perusahaan, di mana Hunter duduk sebagai dewan direksi, menerima investasi modal besar China tidak lama setelah Hunter mengunjungi Tiongkok bersama Biden.

Menurut The New York Times, Hunter memiliki 10% saham di BHR Partners, dana ekuitas swasta yang menerima investasi Bank of China. Pada Mei 2019, baik The New York Times maupun The Washington Post melaporkan bahwa Hunter belum menerima uang dari pendanaan atau sehubungan dengan perannya sebagai anggota dewan penasihat yang tidak dibayar.

Pada Juli 2019, lebih dari dua tahun setelah ayahnya tidak lagi menjadi wapres, Hunter membeli saham di BHR bernilai sekitar US$430.000. Demikian menurut The Post.

Pascapertemuan Trump dan Zelensky di sela-sela Majelis Umum PBB akhir September, salah seorang pengacara Hunter menuturkan kepada The Post, "Sampai saat ini, Biden belum menerima pengembalian atau kompensasi apa pun atas investasi atau posisinya di dewan direksi."

Karakterisasi Hunter sebagai pemilik perusahaan ekuitas swasta senilai US$1,5 miliar yang didanai oleh China, atau menyatakan bahwa Hunter telah memperoleh jutaan dolar dari perusahaan tersebut dinilai adalah gambaran yang salah tentang perannya di BHR. (CNBC, CNN dan BBC)