logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Venezuela dan orang dekatnya dilarang masuk Peru

Sejumlah negara Amerika Latin dan Kanada menegaskan tidak akan mengakui masa jabatan kedua Maduro.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 08 Jan 2019 17:25 WIB
Presiden Venezuela dan orang dekatnya dilarang masuk Peru

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan jajaran kabinetnya dilarang masuk ke Peru. Keputusan ini meningkatkan tekanan kepada pemimpin Venezuela menjelang pelantikannya sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Peru Nestor Popolizio pada Senin (7/1). Popolizio menyatakan kebijakan tersebut mengikuti keputusan pada Jumat (4/1).

Sebanyak 12 negara Amerika Latin dan Kanada menyatakan tidak akan mengakui masa jabatan kedua Maduro, usai pemilihan umum kontroversial pada Mei 2018.

Popolizio mengatakan, otoritas imigrasi Lima akan diberikan daftar berisikan seluruh individu yang terkait dengan kepemimpinan rezim Maduro, termasuk anggota keluarga, sehingga mereka tidak dapat masuk ke Peru.

Dia menyatakan, kebijakan tersebut akan segera berlaku.

Kelompok Lima yang beranggotakan 14 negara bertemu di ibu kota Peru pada Jumat untuk membahas peningkatan tekanan terhadap rezim Maduro. Mereka meminta Maduro untuk sementara waktu memindahkan kekuasaan ke Majelis Nasional sampai pemilu yang benar-benar bebas dapat diadakan.

Namun, Meksiko sebagai salah satu negara anggota menolak untuk menandatangani pernyataan tersebut.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador membela keputusan itu pada Senin dengan mengatakan bahwa pemerintahannya hanya akan mengikuti kebijakan non-intervensi.

Sponsored

Maduro terpilih kembali menjadi presiden Venezuela pada 20 Mei 2018 dalam pemungutan suara yang diboikot oleh partai-partai oposisi utama.

Pemilu tersebut dikecam oleh masyarakat internasional, termasuk oleh Amerika Serikat, yang menyebutnya sebagai pemilu penuh tipuan. (VOA)