sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Protes di Spanyol terhadap pembunuhan berdasar homophobia

Protes besar telah diadakan di sejumlah kota di Spanyol, banyak masyarakat yang menggambarkan kematiannya sebagai 'kejahatan kebencian'

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Rabu, 07 Jul 2021 14:49 WIB
Protes di Spanyol terhadap pembunuhan berdasar homophobia

Pembunuhan brutal terhadap seorang pria berusia 24 tahun di Spanyol telah memicu demonstrasi nasional dari kelompok LGBT+.

Samuel Luiz, ditemukan tidak sadarkan diri pada akhir pekan kemarin di luar sebuah klub malam di A Coruña. Ia tak sadarkan diri sesaat setelah dipukuli. Layanan darurat gagal menghidupkan kembali korban, dan dia meninggal pada Sabtu pagi.

Saat ini, protes besar telah diadakan di sejumlah kota di Spanyol, banyak masyarakat di sana yang menggambarkan kematiannya sebagai 'kejahatan kebencian' homofobia.

Ribuan orang berkumpul di Ibu Kota, Madrid, banyak yang mengibarkan bendera pelangi dan memegang spanduk menuntut "Keadilan untuk Samuel".

Teman dan kerabat korban mengatakan ajudan perawat itu sengaja menjadi sasaran karena menjadi gay, dan mengatakan bahwa penyerangnya menggunakan bahasa yang menghina selama pemukulan.

Menanggapi hal ini, Menteri Hak Sosial Spanyol, Ione Belarra, melalui twitternya menyampaikan, "Saya sampaikan semua kecaman saya atas kejahatan rasial ini. Kami ingin negara yang bebas dari kekerasan di mana semua orang merasa bebas karena siapa mereka."

Pada Senin, Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Larlaska, menekankan bahwa belum ada penangkapan yang dilakukan, serta "tidak ada petunjuk yang dikesampingkan, baik kejahatan rasial maupun lainnya".

Sementara itu, pihak berwenang di komunitas otonom Galicia, di mana serangan itu terjadi, telah meminta waktu untuk menyelidiki pembunuhan itu sepenuhnya.

Sponsored

Jose Miñones, delegasi pemerintah, mengatakan kepada wartawan bahwa penyelidikan polisi masih dalam tahap awal dan mereka masih mencoba untuk menetapkan motifnya.

"Polisi sedang bekerja untuk mengklarifikasi fakta dan membawa para pelaku ke pengadilan. Di saat-saat kesakitan dan kemarahan ini, saya memohon kehati-hatian dan tanggung jawab," ujarnya.

Polisi sedang meninjau kamera pengawas dan menanyai lebih dari 12 tersangka dan saksi yang berada di luar klub malam A Coruña pada malam pembunuhan itu.

Sementara itu, polisi di Madrid juga dikritik setelah video bentrokan antara petugas dan pengunjuk rasa LGBT+ beredar di media sosial.

"Saya yakin bahwa penyelidikan oleh polisi akan segera menemukan pelaku pembunuhan Samuel dan mengklarifikasi fakta," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez. "Itu adalah tindakan biadab dan kejam. Kami tidak akan mengambil langkah mundur dalam hak dan kebebasan. Spanyol tidak akan mentolerirnya."

Menurut angka Kementerian Dalam Negeri, kejahatan rasial terkait orientasi seksual di Spanyol naik 8,6% pada 2019. Kelompok aktivis LGBT+ mengklaim bahwa statistik resmi hanya menangkap sebagian kecil dari masalah karena banyak insiden lainnya yang tidak dilaporkan.
 

Berita Lainnya