logo alinea.id logo alinea.id

Puluhan orang ditangkap dalam protes perubahan iklim di London

Di antara 52 orang yang ditahan akibat aksi protes itu, lima orang ditangkap karena diduga telah merusak markas besar Shell.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Apr 2019 15:01 WIB
Puluhan orang ditangkap dalam protes perubahan iklim di London

Ribuan orang turun ke jalanan di London, Inggris, dalam demonstrasi yang diselenggarakan oleh kelompok aktivis perubahan iklim, Extinction Rebellion.

Para pengunjuk rasa memarkir sebuah perahu besar berwarna merah muda di Oxford Circus serta memblokir Marble Arch, Piccadilly Circus, dan sejumlah jalan lainnya di sekitar Parliament Square.

Di antara 52 orang yang ditahan akibat aksi protes itu, lima orang ditangkap karena diduga telah merusak markas besar Shell. Kerugian akibat perusakan yang mereka lakukan menyentuh US$7.000.

Tiga pria dan dua wanita itu dibawa ke kantor polisi di pusat kota London akibat diduga memecahkan pintu kaca di gedung kantor itu.

Mayoritas dari mereka ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran ketertiban umum.

Kelompok itu dengan sengaja menyebabkan kerusakan agar disidang di hadapan juri, di mana kelompok itu berharap aksi protes mereka mendapat lebih banyak eksposur.

"Kami menghormati hak setiap orang untuk mengekspresikan sudut pandang mereka. Kami hanya meminta agar mereka melakukannya dengan memerhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain," tutur seorang juru bicara Shell.

Sponsored

Pada Senin (15/4) malam waktu setempat, Transport for London (TfL) menyampaikan bahwa mereka menangguhkan layanan bus rute N18 karena Great Portland Street diblokir oleh pengunjuk rasa.

Sebelumnya, polisi meminta agar para pengunjuk rasa membatasi aksi protes mereka di daerah Marble Arch saja untuk mencegah gangguan lebih lanjut.

Extinction Rebellion mengklaim protes serupa telah diadakan di lebih dari 80 kota di 33 negara lainnya.

Olivia Evershed, salah satu demonstran, berharap protes ini dapat menimbulkan kesadaran tentang krisis perubahan iklim yang sedang terjadi dan mendorong pemerintah untuk bertindak.

"Kita punya 12 tahun untuk bertindak sebelum ada kerusakan permanen pada lingkungan. Jika kita tidak melakukan apa pun untuk mengubah ini, anak-anak kita akan mati," tegasnya.

Extinction Rebellion menyatakan protes akan terus berlanjut sepanjang pekan ini dan gangguan di seluruh London pun akan mereka tambah hari demi hari.

Kelompok itu mengungkapkan rencana untuk membuat London macet selama dua pekan ke depan dan ingin pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim.

Siapa Extinction Rebellion?

Sejak diluncurkan pada 2018, anggota Extinction Rebellion telah memblokade sejumlah jembatan, menuangkan ember darah palsu di depan Downing Street, memblokade kantor BBC, dan menelanjangi diri di depan gedung parlemen.

Pada November 2018, para aktivis memblokir jalanan di depan Kementerian Bisnis, Energi & Strategi Industri dengan beramai-ramai membentuk rantai manusia di trotoar. Sebanyak 85 orang ditangkap akibat aksi tersebut.

Kelompok itu memiliki tiga tuntutan inti yakni bagi pemerintah Inggris untuk menganggap serius isu perubahan iklim, mengurangi emisi karbon menjadi nol pada 2025, dan membentuk majelis warga untuk mengawasi kemajuan yang pemerintah buat dalam isu perubahan iklim.

Dengan aksi-aksi kontroversial, kelompok itu berusaha untuk merekrut sebanyak mungkin anggota.

Salah satu pendiri kelompok itu, Roger Hallam, percaya bahwa partisipasi massa dan pembangkangan akan memaksimalkan peluang terjadinya perubahan sosial.

Namun, para kritikus mengatakan aksi Extinction Rebellion menyebabkan gangguan yang tidak perlu dan hanya membuang waktu polisi.

Salah seorang demonstran, Chay Harwood, mengatakan bahwa kini masyarakat sedang menderit banyak penyakit sosial yang perlu disembuhkan.

"Tetapi saat ini, penyakit terbesar yang kita hadapi adalah ancaman perubahan iklim," tambahnya.

Metropolitan Police Service (MPS) mengatakan sudah memiliki rencana yang tepat untuk menjaga jalannya demonstrasi. Kepolisian juga menuturkan akan mengerahkan banyak petugas untuk menjaga ketertiban umum.

Kelompok itu mendorong orang untuk berkemah di Hyde Park pada Selasa (16/4) waktu setempat, sebuah tindakan ilegal yang merupakan pelanggaran di bawah UU Royal Parks.

Seorang juru bicara Royal Parks mengatakan Extinction Rebellion belum meminta izin untuk melaksanakan aksi protes di taman dan mereka menegaskan bahwa mendirikan kemah tidak diizinkan di area taman.

Sumber : BBC