sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Putin klaim Rusia tangani Covid-19 lebih baik daripada AS

Rusia pada Minggu mengonfirmasi 8.835 kasus infeksi Coid-19, sehingga total kasus positif di negara tersebut menjadi 528.964.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 15 Jun 2020 10:27 WIB
Putin klaim Rusia tangani Covid-19 lebih baik daripada AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Presiden Vladimir Putin pada Minggu (14/6) mengklaim, Rusia menangani pandemik Covid-19 lebih baik daripada Amerika Serikat. Menurut dia, itu karena penanganan coronavirus jenis baru di AS terganggu oleh kepentingan masing-masing partai politik.

"Rusia ke luar dari situasi Covid-19 dengan kerugian minimal, tetapi di AS keadaannya tidak seperti itu," kata dia.

Rusia pada Minggu mengonfirmasi 8.835 kasus infeksi Coid-19, sehingga total kasus positif di negara tersebut menjadi 528.964, angka tertinggi ketiga di dunia.

Dari jumlah tersebut, 6.948 pasien meninggal dan 280.050 lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara itu, jumlah kasus infeksi dan fatalitas Covid-19 di Negeri Paman Sam merupakan yang tertinggi di dunia.

Sejumlah daerah di Rusia secara bertahap melonggarkan pembatasan sosial yang diterapkan untuk mengekang penyebaran virus. Kota Moskow telah membuka kembali toko-toko, termasuk salon kecantikan.

Putin menyebut, coronavirus jenis baru telah mengekspos krisis internal yang mendalam di AS.

Dia mengkritik kurangnya kepemimpinan yang kuat dalam menangani pandemik, mengatakan bahwa imbauan atau perintah yang diberikan presiden kerap bertentangan dengan pendapat para gubernurnya.

Sponsored

"Menurut saya, masalahnya adalah kepentingan kelompok atau partai ditempatkan lebih tinggi dari kepentingan rakyat," kata Putin.

Sementara itu, Putin menuturkan bahwa di Rusia, pemerintah dan para pemimpin regional bekerja sebagai satu tim yang sama dan tidak memiliki pertentangan terkait kebijakan penanganan Covid-19.

"Saya yakin tidak ada satu pejabat pun baik di jajaran pemerintah pusat maupun daerah yang mengatakan, 'Kami tidak akan melakukan apa yang diperintahkan presiden, menurut kami itu salah'," lanjut dia. (Daily Sabah)

Berita Lainnya