logo alinea.id logo alinea.id

Putri Reema jadi duta besar wanita pertama di Arab Saudi

Putri Reema binti Bandar Al Saud adalah keponakan dari pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Valerie Dante
| Valerie Dante Senin, 25 Feb 2019 15:10 WIB
Putri Reema jadi duta besar wanita pertama di Arab Saudi

Pada Sabtu (23/2), Arab Saudi menunjuk Putri Reema binti Bandar Al Saud sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, menjadikannya perempuan pertama yang memegang jabatan dubes.

Reema merupakan anggota keluarga kerajaan Arab Saudi yang menyuarakan hak-hak perempuan di negaranya dan dipandang sebagai bintang politik yang sedang naik daun di dalam negeri.

Dia akan memangku jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, adik dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau yang dikenal dengan akronim MBS.

Menurut seseorang yang dekat dengannya, Reema pernah menetap di Washington dari 1975 hingga 2005. Ayahnya, Bandar bin Sultan Al Saud, sempat menjabat sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk AS ketika Reema berkuliah di George Washington University.

Seorang sumber mengatakan bahwa Reema telah ditetapkan sebagai dubes untuk AS sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

Namun, dia baru akan menjalankan masa jabatannya saat Arab Saudi berusaha untuk melancarkan hubungan dengan AS setelah mendapatkan banyak kecaman akibat pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Segera setelah menghilangnya Khashoggi, para pejabat Arab Saudi membantah dugaan keterlibatan, tetapi sumber anonim bahwa CIA sangat yakin bahwa MBS memerintahkan pembunuhan sang jurnalis.

Arab Saudi mengakui Khashoggi terbunuh di dalam konsulatnya di Turki dan menyatakan bahwa seorang mantan kepala intelijen Arab Saudi merupakan dalang di balik misi pembunuhan itu.

Sponsored

Pada Desember 2018, Senat AS mengeluarkan resolusi yang mengutuk MBS.

Reema saat ini bekerja dengan Otoritas Olahraga Arab Saudi dan telah berupaya mempromosikan keterlibatan wanita dalam olahraga di negaranya melalui inisiatif yang berfokus pada inklusi dan mendorong gaya hidup yang lebih aktif.

Dia juga bekerja bersama Kementerian Pendidikan untuk memastikan pendidikan jasmani bagi anak perempuan di sekolah dan memperjuangkan tim terpadu gender untuk Special Olympics.

Reema pun bergerak di sektor swasta, menjabat sebagai CEO dari Harvey Nichols di Riyadh dan salah satu pendiri dari Yibreen, spa siang hari yang bermarkas di ibu kota Arab Saudi.

Keluarga kerajaan Arab Saudi kerap memuji MBS atas upayanya mendorong reformasi di negara itu. Pada 2018, Reema memuji pemerintah karena mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudikan kendaraan dan memperbolehkan perempuan memasuki stadion olahraga.

"Tentu kami ingin langkah-langkah itu terwujud sejak lama, tetapi kenyataan bahwa kami dapat merealisasikannya hari ini, untuk saya itu rasa benar-benar luar biasa," tutur Reema dalam wawancara pada Juni 2018.

Sumber : CNN