sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Raja tolak proposal keadaan darurat, UMNO desak PM Malaysia mundur

Penolakan itu, menurut politikus UMNO, menunjukkan raja menyadari proposal sebagai manuver politik.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 27 Okt 2020 13:46 WIB
Raja tolak proposal keadaan darurat, UMNO desak PM Malaysia mundur

Anggota Dewan Tertinggi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Puad Zarkhasi, meminta Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengundurkan diri lantaran Yang di-Pertuan Agong Raja Abdullah Ri'ayatuddin menolak proposal pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat atas krisis kesehatan akibat coronavirus baru (Covid-19).

Dalam sebuah unggahan Facebook, Puad mengkalim, para pemimpin PPBM, partai besutan Muhyiddin, telah menyalahkan Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, Mohamed Azmin Ali dan Menteri Dalam Negeri, Hamzah Zainudin, atas kegagalan tersebut.

Lebih dari 10 kendaraan yang diyakini membawa anggota Kabinet Malaysia terlihat memasuki kompleks rumah Muhyiddin, Senin (26/10) malam waktu setempat, beberapa jam setelah konferensi antara Raja Abdullah dan pejabat tinggi lainnya di Istana Negara.

Orang dalam partai PPBM sebelumnya menepis rumor, bahwa PM Muhyiddin sedang berpikir mengundurkan diri dengan mengatakan itu adalah bagian dari "propaganda oleh politikus keras kepala yang ingin kembali bermain politik."

Puad menilai, penolakan Raja Abdullah menunjukkan yang bersangkutan telah menyadari proposal keadaan darurat hanyalah manuver politik dan bukan langkah memerangi pandemik.

"Paragraf ketiga dari pernyataan media Istana mengatakan, 'Sultan Abdullah percaya pemerintah telah berhasil mengatasi pandemik secara efisien'. Jika Raja percaya diri, mengapa Perdana Menteri tidak? Apakah Perdana Menteri mencoba berbohong kepada Raja?" tutur Puad.

Dirinya juga mengatakan, para ahli hukum telah menunjukkan raja harus mendengarkan nasihat perdana menteri, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 40 Konstitusi Federal.

"Tapi, sepertinya nasihat PM Muhyiddin tidak diterima. Lantas di mana kredibilitasnya sebagai perdana menteri?" lanjutnya. "Syukurlah, Raja tidak terpengaruh oleh permainan politik yang bisa menyeret negara lebih jauh. Kesejahteraan masyarakat lebih penting. Muhyiddin seharusnya mengundurkan diri."

Sponsored

Sementara itu, politikus Partai DAP, Liew Chin Tong, mendesak PM Muhyiddin memecat menteri senior Azmin dan Hamzah sebagai pertanggungjawaban atas nasihat salah kepada Raja Abdullah.

"Untuk menumbuhkan niat baik untuk bipartisan, Muhyiddin harus meminta Hamzah dan Ali untuk mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas nasihat yang salah kepada raja," ujar dia.

Langkah itu, kata Liew, akan menumbuhkan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah Perikatan Nasional (PN) dan pihak oposisi demi kebaikan bangsa selama krisis Covid-19.

"Pemerintah seharusnya tidak takut pada Parlemen dan pemerintah tidak boleh memperlakukan oposisi sebagai musuh negara," sambung dia. (Free Malaysia Today)

Berita Lainnya