sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rakhine State lockdown akibat Covid-19, warga Rohingya resah

Itu merupakan penularan lokal pertama dalam jeda satu bulan setelah kasus infeksi lokal terakhir ditemukan pada 17 Juli.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 24 Agst 2020 13:43 WIB
Rakhine State lockdown akibat Covid-19, warga Rohingya resah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Pemerintah Myanmar pada Kamis (20/8) memberlakukan lockdown, atau karantina wilayah di Rakhine State setelah terjadi lonjakan penularan infeksi lokal Covid-19 di wilayah tersebut.

Seorang wanita berusia 26 tahun dinyatakan positif di Sittwe, ibu kota Rakhine State, pada pekan lalu. Itu merupakan penularan lokal pertama dalam jeda satu bulan setelah kasus infeksi lokal terakhir ditemukan pada 17 Juli.

Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar kemudian menempatkan Sittwe di bawah semi-lockdown sesegera mungkin, tidak lama setelah enam transmisi lokal baru Covid-19 tercatat lima hari setelahnya.

Dari enam kasus baru tersebut, empat pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan tidak memiliki catatan kontak dengan orang yang terinfeksi coronavirus jenis baru.

Pada Minggu (23/8), warga Rohingya yang bermukim di Rakhine State mengungkapkan kekhawatiran mereka atas pandemik yang berpotensi merebak ke daerah kamp-kamp pengungsian.

Sekitar 130.000 etnis Rohignya tinggal di kamp-kamp pengungsian yang berada di sekitar Sittwe.

"Kami sangat khawatir dengan kondisi penyebaran virus saat ini," tutur seorang warga Rohingya, Kyaw Kyaw.

Lebih dari 750.000 warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh setelah tindakan keras militer pada 2017.

Sponsored

"Kami tidak punya tempat untuk lari jika virus menyebar lebih luas karena kami juga tidak bisa kembali ke desa kami," lanjut Kyaw Kyaw.

Di bawah lockdown yang berlaku, masyarakat, kecuali pegawai negeri dan pekerja pabrik, diminta untuk tetap tinggal di rumah. Selain itu, otoritas setempat juga telah memberlakukan jam malam untuk membatasi pergerakan orang.

Sejauh ini, total 22 kasus positif Covid-19 terdeteksi di Rakhine State, sebagian besar adalah pengungsi yang kembali dari negara-negara tetangga yakni Bangladesh, Thailand, dan China.

Pemerintah Myanmar juga menginstruksikan empat maskapai penerbangan lokal untuk membatalkan semua penerbangan ke dan dari Sittwe, mulai Kamis pekan lalu. (Anadolu Agency dan France 24).

Berita Lainnya