sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ratusan ribu warga Belarusia demo turunkan presiden

Polisi mengatakan, mereka menahan lebih dari 400 orang selama demonstrasi pada Minggu (13/9) di Minsk.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 14 Sep 2020 10:06 WIB
Ratusan ribu warga Belarusia demo turunkan presiden
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Lebih dari 100.000 warga Belarusia turun ke jalanan di Minsk untuk melanjutkan protes terhadap Presiden Alexander Lukashenko. Mereka menuntut Lukashenko, yang berkuasa sejak 1994, mundur dari jabatannya.

Sekelompok orang melalui ibu kota menuju distrik pemerintah pada Minggu (13/9), meneriakkan "Hidup Belarusia" dan "Kamu tikus" sebuah ejekan yang sering digunakan terhadap Lukashenko sejak pemilihan yang dipertentangkan bulan lalu.

Polisi mengatakan, mereka menahan lebih dari 400 orang selama demonstrasi pada Minggu (13/9) di Minsk.

Protes telah melanda Belarusia sejak pemilihan presiden pada 9 Agustus, yang menurut para demonstran seharusnya dimenangkan oleh Sviatlana Tsikhanouskaya, yang sekarang diasingkan di Lithuania.

Lukashenko membantah pemilihan itu dicurangi dan mengatakan kekuatan asing berada di balik protes itu.

Tokoh oposisi lainnya telah diculik dan diasingkan dalam upaya untuk menghentikan protes, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda setelah lima minggu demonstrasi massal.

Kerusuhan berlanjut ketika Lukashenko bersiap untuk melakukan perjalanan ke Rusia pada Senin (14/9) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada Minggu, kementerian pertahanan Rusia mengatakan akan mengirim pasukan terjun payung dari divisi elit Pskov ke Belarus untuk latihan militer gabungan yang dimulai pada Senin (14/9). Rusia juga menawarkan untuk merestrukturisasi utang Belarusia, menyediakan likuiditas perbankan, dan menyediakan polisi anti huru-hara Rusia jika diperlukan.

Sponsored

Kehadiran polisi dalam jumlah besar di beberapa bagian ibu kota mempertegang suasana, dan beberapa area pusat ditutup dengan kawat berduri, termasuk Lapangan Oktyabrskaya dan Lapangan Kemerdekaan-titik fokus umum unjuk rasa antipemerintah.

Kantor berita Interfax Rusia melaporkan tembakan telah dilepaskan ke udara untuk memperingatkan pengunjuk rasa di daerah Minsk di mana kepemimpinan Belarusia tinggal.

Sementara itu, di kota Brest, polisi menggunakan meriam air pada pengunjuk rasa, menurut saluran Nexta Live.

 

Sumber: ABC News

 

Berita Lainnya