sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Relawan uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brasil meninggal

Kasus ini tidak menghentikan proses uji coba di "Negeri Samba".

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Kamis, 22 Okt 2020 13:25 WIB
Relawan uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brasil meninggal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Otoritas kesehatan Brasil, Anvisa, pada Rabu (21/10) mengatakan, seorang relawan dalam uji klinis vaksin coronavirus baru (Covid-19) yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford telah meninggal. Namun, uji coba tetap akan dilanjutkan.

Oxford mengonfirmasi rencana untuk terus melakukan pengujian dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa "tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis" setelah penilaian yang cermat.

AstraZeneca langsung menolak berkomentar. Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada REUTERS mengatakan, persidangan akan ditangguhkan jika relawan yang meninggal setelah diberi vaksin Covid-19 menunjukkan orang tersebut adalah bagian dari kelompok kontrol yang diberi suntikan meningitis.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis fase 3 di Brasil, mengatakan, komite peninjau independen juga merekomendasikan uji coba dilanjutkan.

Universitas sebelumnya mengkonfirmasi, sukarelawan itu adalah orang Brasil, Namun, tidak memberikan perincian pribadi lebih lanjut.

“Semuanya berjalan seperti yang diharapkan tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan sukarelawan yang berpartisipasi,” kata universitas Brasil itu dalam sebuah pernyataan.

"Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brasil dan banyak yang telah menerima suntikan kedua,” kata juru bicara universitas.

Menurut laporan CNN Brasil, yang merujuk kerahasiaan medis relawan uji coba vaksin, sukarelawan yang meninggal merupakan pria berusia 28 tahun dan tinggal di Rio de Janeiro. Dia berpulang karena komplikasi Covid-19.

Sponsored

Sementara itu, saham AstraZeneca turun 1,8%. pemerintah federal Brasil pun sempat berencana membeli vaksin Inggris dan memproduksinya di pusat penelitian biomedis FioCruz di Rio de Janeiro, sedangkan vaksin pesaing dari China, Sinovac, sedang diuji pusat penelitian negara bagian Sao Paulo Butantan Institute.

Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, pada Rabu mengatakan, pemerintah federal tidak akan membeli vaksin Sinovac.

Kasus terkonfirmasi di Brasil terbesar ketiga, dengan lebih dari 5,2 juta terinfeksi, setelah Amerika Serikat (AS) dan India. Adapun angka kematian karena terkonfirmasi di "Negeri Samba" tertinggi kedua secara global di bawah "Negeri Paman Sam", mencapai 154.000 pasien. (REUTERS)

Berita Lainnya