sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Residivis terorisme tewas setelah tikam dua orang di London Bridge

Polisi masih menyelidiki motif dan jaringan pelaku.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Sabtu, 30 Nov 2019 12:44 WIB
Residivis terorisme tewas setelah tikam dua orang di London Bridge
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Aparat kepolisian Inggris menembak mati seorang pria yang melakukan aksi teror di jembatan London atau London Bridge. Pelaku merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama.

Insiden ini terjadi saat momen black friday pada Jumat (29/11) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Pelaku diduga menyusup di antara orang-orang yang tengah sibuk berbelanja untuk persiapan Natal.

Dikutip dari Reuters, pelaku menikam dua orang hingga tewas dan melukai tiga orang lainnya. Warga kemudian ramai-ramai membekuk dan melumpuhkannya.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian, menembak mati pelaku dengan dua kali tembakan. Ia menggunakan rompi bunuh diri palsu dalam menjalankan aksinya.

Wakil Kepala Kepolisian London Neil Basu mengatakan, pelaku menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan di Fishmonger's Hall sebelum melakukan aksinya. Dia kemudian mengamuk dan menyerang orang-orang yang berada di sekitarnya.

"Kami yakin serangan sudah dilakukan saat dia berada di dalam gedung, lalu berlanjut ke London Bridge," kata Basu dikutip CNN.

Tom Gray, seorang pemandu wisata yang berada di lokasi saat kejadian itu terjadi, mengatakan pelaku membawa dua pisau saat menjalankan aksinya. Salah satunya dilekatkan di tangan dengan selotip.

Residivis terorisme

Sponsored

Menurut Basu, pelaku teridentifikasi sebagai warga Staffordshire bernama Usman Khan. Pria berusia 28 tahun itu merupakan seorang residivis dalam kasus terorisme. 

"Khan pernah dibui pada 2012 dalam kasus terorisme dan bebas bersyarat pada 2018," kata Basu.

Meski dibebaskan, ia mengenakan gelang elektronik yang akan mengidentifikasi keberadaannya. Ia juga tak diperbolehkan berada di luar rumah pada jam tertentu di malam hari. 

Kepala Polisi Metropolitan London Creesida Dick mengatakan, petugas masih menyelidiki jaringan Usman Khan dan motif dari aksi yang ia lakukan. Polisi juga tengah menyelidiki sebuah alamat di Staffordshire yang diyakini memiliki hubungan dengan Khan.

"Petugas reserse antiteror tengah mengidentifikasi para korban meninggal. Kami juga menyelidiki motif dan orang-orang yang terlibat," kata Dick.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang tengah melakukan kampanye langsung menghentikan kegiatannya dan bertolak ke London. Dia mengecam keras aksi teror tersebut.

"Saya pastikan siapa pun yang terlibat dalam kejahatan dan serangan-serangan ini akan diburu dan diseret ke pengadilan," katanya.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak takut dengan aksi teror semacam ini. 

Berita Lainnya