sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Resolusi perlindungan pelaut gagasan RI disahkan PBB

Digagas Indonesia, resolusi tersebut telah disponsori oleh 71 negara anggota PBB.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 02 Des 2020 15:23 WIB
Resolusi perlindungan pelaut gagasan RI disahkan PBB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pada Selasa (1/12), Sidang Majelis Umum (SMU) PBB telah mengesahkan secara konsensus resolusi tentang kerja sama antar negara dalam melindungi pelaut di tengah masa pandemik Covid-19.

Digagas Indonesia, resolusi tersebut telah disponsori oleh 71 negara anggota PBB, serta merupakan resolusi PBB pertama terkait pelaut dan pengelolaan arus barang secara global.

Pada dasarnya, resolusi PBB ini mendorong negara-negara untuk menetapkan pelaut sebagai "key workers" atau pekerja sektor penting, melaksanakan ketentuan tentang keselamatan pelaut termasuk pergantian awak kapal, serta mendorong kerja sama semua pihak untuk memfasilitasi perjalanan, repatriasi, dan akses layanan kesehatan bagi para pelaut.

"Resolusi ini merupakan bukti nyata kiprah Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar dalam mendorong kerja sama untuk melindungi pelaut terutama dari dampak pandemik Covid-19," tutur Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu (2/12).

Lebih lanjut, Menlu Retno menjelaskan bahwa dukungan dari 71 negara PBB menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam memperjuangkan isu strategis serta menjadi "jembatan" antar berbagai kepentingan negara dari berbagai kawasan.

"Dukungan berbagai negara atas inisiatif Indonesia ini tidak terlepas dari peran aktif diplomasi multilateral Indonesia di bidang kelautan dan pengelolaan arus barang global, termasuk dalam mendorong kerja sama di tengah situasi Covid-19," ujar Wakil Tetap RI di PBB, Dubes Dian Triansyah Djani.

Menurut Kemlu, inisiatif Indonesia di PBB sejalan dengan upaya mendorong peningkatan perdagangan internasional dan kelancaran transportasi laut.

Pasalnya, sektor perkapalan mengangkut 80% produk perdagangan dunia dan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan pada masa pandemik, khususnya dalam mengangkut obat-obatan dan alat-alat kesehatan, makanan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Sponsored

Kemlu RI memaparkan bahwa saat ini, Indonesia merupakan negara ketiga dengan tenaga pelaut terbanyak di dunia, berada di belakang China dan Filipina.

Berita Lainnya