sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RI kontribusi US$1 juta kepada CEPI untuk pengembangan vaksin Covid-19

Retno Marsudi menyatakan, ada 2 alasan penting dari kolaborasi tersebut.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 24 Nov 2020 20:36 WIB
RI kontribusi US$1 juta kepada CEPI untuk pengembangan vaksin Covid-19

Indonesia dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) mengumumkan komitmen RI untuk berkontribusi sebesar US$1 juta, Selasa (24/11). Keputusan ini guna mendukung CEPI mengembangkan vaksin berbagai penyakit menular yang berpotensi menjadi pandemi.

Kerja sama kedua pihak itu disampaikan secara resmi melalui penandatanganan bersama secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Cecep Herawan, di Jakarta dan CEO CEPI, Richard Hatchett, di London. Kegiatan disaksikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Dalam sambutannya, Retno menekankan, kerja sama Indonesia dengan CEPI memiliki tujuan strategis jangka panjang. Ada dua alasan utama pentingnya kolaborasi tersebut.

Pertama, memungkinkan Indonesia memberikan kontribusi nyata terhadap upaya multilateral dalam mengembangkan vaksin bagi penyakit menular. Dia menambahkan, pemerintah selalu mendorong akses vaksin Covid-19 yang adil, terjangkau, dan merata bagi semua negara.

"Indonesia memilih untuk bertindak dan berkontribusi sesuai kapasitasnya terhadap vaksin melalui jalur multilateralisme," tutur Retno dalam pengarahan media secara virtual, beberapa saat lalu. "Kami akan memimpin dengan memberikan contoh, termasuk melalui penandatangan perjanjian kontribusi bilateral dengan CEPI hari ini."

Kedua, Retno menuturkan, kerja sama dengan CEPI akan memperkuat industri kesehatan dan mendorong peningkatan ketahanan kesehatan nasional dan kemampuannya dalam merespons pandemi di masa datang.

Melalui mekanisme CEPI, industri kesehatan Indonesia bakal memperoleh akses atas informasi dan pengetahuan terbaru tentang penelitian dan pengembangan vaksin. Dengan demikian, dapat mendukung kapasitas penelitian, platform teknologi, dan produksi vaksin nasional.

Selain itu, sambung Retno, kerja sama juga memberikan kesempatan industri farmasi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam jejaring vaksin global. Dalam kaitan ini, CEPI memilih PT Bio Farma (Persero) menjadi salah satu mitra manufaktur vaksin Covid-19 setelah adanya hasil positif atas due diligence yang dilakukan terhadap perusahaan farmasi "pelat merah" tersebut.

Sponsored

Dalam sambutannya, Hatchett menyampaikan, vaksin adalah salah satu instrumen terpenting dalam memerangi penyakit di masa kini dan yang akan datang. Karenanya, CEPI menyambut baik kontribusi Indonesia. 

Dengan pengetahuan dan pengalaman Indonesia dalam pengembangan dan manufaktur vaksin, dia berkeyakinan, kedua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama mengembangkan vaksin yang aman, efektif, dan dapat diakses secara global.

Berita Lainnya