sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RI perlu turun tangan redakan ketegangan AS vs China di LCS

Perlu terobosan baru untuk mengelola konflik di Laut China Selatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 19 Agst 2020 19:55 WIB
RI perlu turun tangan redakan ketegangan AS vs China di LCS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Peneliti senior dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Evan A. Laksmana, menilai Indonesia perlu berperan untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan China di Laut China Selatan (LCS).

Menurut dia, sangat sulit untuk fokus pada mekanisme manajemen ketegangan China-ASEAN, seperti Code of Conduct (CoC) LCS yang sedang dinegosiasikan, tanpa memastikan adanya mekanisme manajamen serupa bagi AS-China.

"Seharusnya Indonesia yang mendorong mekanisme semacam itu antara AS-China," tutur Evan dalam webinar 'Calming Trouble Waters in the South China Sea' pada Rabu (19/8).

Sayangnya, lanjut dia, meskipun usulan ini kemungkinan besar dapat dipertimbangkan oleh Beijing, Indonesia tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Washington.

"Menurut saya, kehadiran Indonesia di AS jauh lebih lemah dibandingkan beberapa tahun lalu," sambung dia.

"Jadi saya tidak yakin strategi apa yang dapat Indonesia pakai agar pesan kita terdengar di Washington," imbuhnya.

Evan menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, persepsi dan retorika AS terkait LCS semakin kuat.

"Di Washington ada semacam konsensus kuat bahwa AS perlu menang dari China dalam berbagai aspek," lanjut dia.

Sponsored

Menurut Evan, padangan semacam itu tidak sementara dan akan terus berlanjut, bahkan setelah Washington memiliki pemerintahan baru usai Pilpres AS pada November.

Selain perilaku AS, Evan menyatakan bahwa Beijing juga kerap mengklaim pergerakan Washington di LCS sebagai intervensi ekstra-regional di Asia Tenggara.

"Dapat dilihat bahwa baik retorika maupun perilaku kedua negara adalah hal yang membuat pihak-pihak lain sulit mengelola konflik di LCS," pungkasnya.

Berita Lainnya