sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ribuan petugas damkar bentrok dengan polisi di Paris

Serikat pekerja pemadam kebakaran menuntut premi yang lebih tinggi selayaknya bonus yang pemerintah berikan kepada polisi.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 16 Okt 2019 15:06 WIB
Ribuan petugas damkar bentrok dengan polisi di Paris

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke ribuan petugas pemadam kebakaran yang berdemonstrasi di pusat Kota Paris, Prancis, Selasa (15/10).

Aksi protes dimulai dengan damai, para pengunjuk rasa meniupkan peluit dan membunyikan sirene. Setelah itu, situasi memanas dan petugas damkar bentrok dengan polisi ketika pemrotes mencoba memblokir jalan utama.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan meriam air untuk memukul mundur para petugas damkar.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa enam orang ditangkap dan tiga petugas polisi terluka akibat bentrok pada unjuk rasa pada Selasa.

Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen selama berjam-jam, mereka kemudian membubarkan diri setelah adu mulut dengan polisi.

Ribuan demonstran itu membawa spanduk bertuliskan, "Do more with less, welcome to the fire service".

"Jumlah petugas kami berkurang, tetapi kami kewalahan oleh banyaknya pekerjaan. Kami diminta melakukan segalanya ... Pada titik tertentu, kami sudah tidak mampu," kata petugas damkar, Mathias Gosse.

Seorang petugas damkar lainnya, Pierre Tenepoude, mengatakan dia merasa rekan-rekannya bekerja sekuat tenaga tapi tidak mendapatkan rasa hormat atau sarana memadai untuk melakukan pekerjaan mereka dengan optimal.

Sponsored

Presiden serikat pekerja pemadam kebakaran, Andre Goretti, menuturkan bahwa para petugas damkar mulai melakukan aksi mogok sejak Juni.

Serikat pekerja pemadam kebakaran menuntut premi yang lebih tinggi selayaknya bonus yang pemerintah berikan kepada polisi.

Penyelenggara protes mengatakan pada puncaknya, ada 10.000 petugas damkar yang mengikuti aksi protes pada Selasa. Namun polisi mengatakan hanya 7.400 orang yang berdemonstrasi.

Dalam demonstrasi pada Selasa, para petugas damkar mendapatkan dukungan dari dokter, perawat dan petugas ambulans yang juga mengecam pemerintah akibat banyaknya kekurangan dalam layanan mereka masing-masing. (Channel News Asia dan France 24)