logo alinea.id logo alinea.id

Rusia ingin presiden baru Ukraina pulihkan hubungan kedua negara

Pemungutan suara putaran kedua pilpres Ukraina akan berlangsung pada 21 April.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 10 Apr 2019 18:41 WIB
Rusia ingin presiden baru Ukraina pulihkan hubungan kedua negara

Volodymyr Zelensky memimpin pada putaran pertama pilpres Ukraina dengan meraih 30% suara dalam perhitungan suara pada Senin (1/4).

Pria yang berprofesi sebagai aktor dan komedian itu unggul atas petahana, Presiden Petro Poroshenko, yang hanya mampu mengumpulkan lebih dari 16% suara.

Komisi Pemilihan Ukraina mengumumkan akan mengadakan putaran kedua pemungutan suara pada 21 April.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva berharap presiden yang nanti terpilih dapat meningkatkan hubungan bilateral Ukraina-Rusia.

"Ukraina dan Rusia perlu memulihkan hubungan baik yang dulu kita miliki, Rusia siap berdialog untuk meningkatkan relasi. Tentu kami memiliki kepentingan nasional yang perlu dilindungi, tetapi pada prinsipnya, kami ingin melihat hubungan bilateral ini membaik," tuturnya dalam jumpa pers di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).

Dubes Vorobieva mengatakan bahwa hasil Pilpres Ukraina akan memengaruhi hubungan kedua negara.

"Ini keinginan tulus Rusia, kami ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan Ukraina. Saya yakin di masa yang akan datang, kedua negara dapat menjalin hubungan yang lebih dekat," jelasnya.

Saat ditanya terkait masa depan relasi Ukraina dan Rusia jika Zelensky terpilih, Dubes Vorobieva menyatakan masih sulit untuk menilainya.

Sponsored

"Masalahnya, kita tidak tahu apa agenda Zelensky dan siapa yang mendukungnya. Dia tidak memiliki latar belakang politik, jadi arah kebijakannya tidak dapat diprediksi," kata dia.