sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rusia mengevakuasi warganya di wilayah Kherson

Sebanyak 50-60 ribu warga dievakuasi usai serangan Ukraina.

Aditya Putera Pratama
Aditya Putera Pratama Rabu, 19 Okt 2022 19:38 WIB
Rusia mengevakuasi warganya di wilayah Kherson

Pemerintah Ukraina mengevakuasi sekitar 50-60 ribu warganya dari Kota Kherson. Evakuasi dilakukan karena serangan pihak Ukraina pada 18 Oktober 2022.

Dilansir dari BBC, Kamis (19/10), sebuah tayangan video menunjukan bagaimana para warga Rusia mengevakuasi dirinya dengan cara berkumpul di dermaga daerah Dniper. Sungai Dniper sendiri merupakan salah satu akses tercepat saat ini untuk mengevakuasi diri ke Rusia.

"Tidak ada yang akan mundur tetapi kami juga ingin menyelamatkan hidup Anda. Silakan bergerak secepat mungkin ke tepi kiri," kata Krill Stremousov yang merupakan seorang pejabat Rusia. 

Hal tersebut membuat adanya harus diberlakukannya evakuasi agar warga sipil bisa selamat.

"Dalam dua hari terakhir, lebih dari 5.000 orang telah meninggalkan Kherson," ucap Saldo yang ditunjuk pihak Moskow sebagai gubernur wilayah tersebut. 

Kherson merupakan wilayah di bagian selatan Ukraina yang mempunyai cukup banyak warga Rusia. Kota besar di Ukraina itu juga menjadi yang pertama jatuh ke tangan Rusia ketika invasi terjadi pertama kalinya di bulan Februari lalu. Kherson juga merupakan wilayah yang sudah dicapok oleh Rusia pada beberapa waktu lalu.

Sementara, di Kherson para warga Rusia melakukan evakuasinya dengan pergi melalui jalur perairan. Akses menggunakan kapal ini sendiri dianggap lebih mudah dan bisa menjangkau ke wilayah Rusia. 

Bersama dua wilayah lainnya, Kherson sendiri merupakan wilayah di bawah kekuasaan Rusia seperti Nova Kakhovka dan Sungai Dniper. Hal tersebutlah yang menjadikan banyaknya warga Rusia di wilayah ini. Namun, inilah yang membuat sulitnya perdamaian terwujud antar kedua belah pihak.

Sponsored

Selain Kherson, pihak Kremlin juga memberi tahu bahwa tiga wilayah lainnya di Ukraina sudah dicaplok oleh Rusia. Hal ini membuat sulitnya diplomasi yang terjadi, sehingga eskalasi konflik ini belum mereda sama sekali.

Berita Lainnya
×
tekid