logo alinea.id logo alinea.id

Salip AS, Singapura jadi ekonomi paling kompetitif di dunia

Meraih peringkat satu tahun ini, Singapura mendapatkan skor keseluruhan 84,8, naik dari 83,5 pada 2018.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 09 Okt 2019 13:19 WIB
Salip AS, Singapura jadi ekonomi paling kompetitif di dunia

Pada Rabu (9/10), Forum Ekonomi Dunia (WEF) menobatkan Singapura sebagai negara dengan ekonomi paling kompetitif di dunia, mengalahkan Amerika Serikat yang meraih peringkat pertama pada 2018. Dalam Global Competitiveness Report 2019, AS berada di posisi kedua. 

Indeks Kompetitif Global (GCI) tahunan memeringkat 141 ekonomi dunia melalui 103 indikator yang disusun dalam 12 pilar. Sejumlah pilar itu mencakup institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas makroekonomi, pasar tenaga kerja, pasar produk, sistem keuangan hingga kemampuan inovasi.

Meraih peringkat satu tahun ini, Singapura mendapatkan skor keseluruhan 84,8, naik dari 83,5 pada 2018.

Singapura menempati peringkat pertama dalam penilaian tiga pilar yakni infrastruktur, kesehatan dan pasar tenaga kerja. Negara itu juga berada di urutan kedua dalam pilar institusi, pasar produk dan sistem keuangan.

Menurut laporan WEF, Singapura mencetak nilai sempurna pada pilar kesehatan.

Negara itu mendapat nilai nyaris sempurna, yaitu 99,7 pada pilar stabilitas makroekonomi, tetapi berada di peringkat ke-38 karena negara-negara lainnya meraih nilai 100. Baik Prancis maupun AS mendapat 99,8 dan masing-masing berada di peringkat ke-36 dan ke-37.

Negeri Paman Sam, yang tetap menjadi ekonomi besar paling kompetitif di dunia, melihat skornya jatuh dari 85,6 pada 2018 menjadi 83,7 pada 2019.

Meskipun demikian, AS menempati urutan pertama pada pilar dinamika bisnis dan urutan kedua pada pilar kapabilitas inovasi.

Sponsored

Yang meraih posisi ketiga di CGI adalah saingan lama Singapura, Hong Kong, yang melihat skornya naik dari 82,3 pada 2018 menjadi 83,1 pada 2019.

Pada Mei tahun ini, Singapura juga dinobatkan sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia, menyalip Hong Kong dan AS dalam Peringkat Daya Saing Dunia yang disusun oleh sekolah bisnis Swiss, IMD.

Ekonomi paling berkembang dalam indeks WEF 2019 merupakan Vietnam, yang naik 10 peringkat dari 2018 dan menduduki posisi ke-67 pada tahun ini.

Saat membandingkan kawasan, Asia Pasifik merupakan wilayah paling kompetitif di dunia, diikuti oleh Eropa dan Amerika Utara.

Secara rata-rata, 141 ekonomi dunia meraih skor 61 dari 100.

"Kesenjangan daya saing global ini memprihatinkan karena ekonomi global menghadapi prospek penurunan," jelas WEF.

WEF menambahkan, beberapa pemain yang performanya meningkat pada tahun ini, termasuk Singapura dan Vietnam, mendapatkan manfaat dari perang dagang yang terjadi.

"Laporan tersebut menunjukkan bahwa negara-negara yang mengintegrasikan infrastruktur, keterampilan, serta penelitian dan pengembangan ke dalam kebijakan ekonomi mereka lebih sukses dibandingkan negara yang hanya berfokus pada faktor-faktor tradisional pertumbuhan ekonomi," tutur Ketua Eksekutif WEF Klaus Schwab.

Dalam pernyataannya, WEF menyebutkan bahwa ekonomi global terperangkap dalam siklus pertumbuhan produktivitas yang rendah walaupun ada suntikan lebih dari US$10 triliun oleh bank-bank sentral.

"Meski langkah-langkah tersebut berhasil mencegah resesi yang lebih parah, itu tidak cukup untuk mengatalisasi alokasi sumber daya menuju peningkatan investasi di sektor swasta dan publik," jelas WEF.

WEF mengatakan, kini penting bagi ekonomi untuk bergantung pada kebijakan fiskal dan insentif publik untuk mendorong penelitian dan pengembangan, meningkatkan basis keterampilan tenaga kerja, mengembangkan infrastruktur baru dan mengintegrasikan teknologi baru. (Business Insider)

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB