sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sanggah Mahathir, ketua parlemen: Tak ada sidang 2 Maret

Gejolak politik yang melanda Malaysia sejak Minggu (24/2), belum mencapai kesimpulan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 28 Feb 2020 14:27 WIB
Sanggah Mahathir, ketua parlemen: Tak ada sidang 2 Maret
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28233
Dirawat 18129
Meninggal 1698
Sembuh 8406

Ketua Dewan Rakyat atau parlemen Mohamad Ariff Md Yusof pada Jumat (28/2) menegaskan bahwa tidak akan ada sidang khusus pada 2 Maret. Dia mengatakan surat pemberitahuan yang diterimanya dari perdana menteri sementara Mahathir Mohamad tidak sesuai dengan Standing Order 11 (3) Dewan Rakyat.

Mohamad Ariff menuturkan bahwa kebutuhan untuk mengadakan sidang khusus akan diputuskan setelah menerima proklamasi resmi dari Yang di-Pertuan Agong tentang proses pemilihan perdana menteri.

Menurut Mohamad Ariff, berdasarkan standing order, tanggal sidang khusus akan diumumkan oleh dirinya selaku Ketua Dewan Rakyat.

"Saya akan terus memantau perkembangan saat ini dan pernyataan selanjutnya ... hingga kemudian mengumumkan tanggal sidang khusus," kata dia seperti dilansir Bernama.

Perdana menteri sementara Mahathir Mohamad kemarin mengumumkan bahwa Dewan Rakyat akan menggelar sidang khusus pada 2 Maret untuk menentukan kandidat PM yang mendapat dukungan mayoritas.

Menurut Mahathir Mohamad, Yang di-Pertuan Agong mengatakan bahwa dalam wawancaranya dengan seluruh anggota parlemen dia tidak dapat menemukan siapa pun yang memiliki dukungan mayoritas jelas. Karena itu, Yang di-Pertuan Agong menilai bahwa forum yang tepat untuk mendapat kesimpulan adalah Dewan Rakyat.

Mahathir Mohamad menuturkan pula, jika sidang khusus itu tidak mencapai kesepakatan, maka pemilu awal akan digelar.

Hari ini, menurut Bernama, masing-masing partai politik dilaporkan menggelar pertemuan khusus hari ini. Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) berkunjung ke Yayasan Al-Bukhary untuk mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen dari Bersatu.

Sponsored

Gejolak politik yang melanda Malaysia sejak Minggu (24/2), belum mencapai kesimpulan hingga berita ini diturunkan. Hari ini, Majelis Raja-Raja dilaporkan mengadakan pertemuan khusus di Istana Negara sebelum salat Jumat.

Hasil pertemuan tersebut dinilai ditunggu rakyat Malaysia untuk menjelaskan bagaimana transisi pemerintah yang sedang berlangsung.

Kebuntuan politik Malaysia dimulai dari adanya pergerakan sejumlah politikus di koalisi Pakatan Harapan (PH) untuk merombak koalisi pemerintahan, membuat Anwar Ibrahim kian jauh dari kursi PM. 

Pada Senin (24/2), sejumlah manuver terjadi. Mulai dari pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai PM dan Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) hingga hengkangnya Bersatu dari PH.

Dengan Partai Bersatu, yang merupakan salah satu komponen PH, menarik diri ditambah keluarnya 11 anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) maka PH tidak lagi memiliki mayoritas di parlemen untuk memerintah.

PH selama ini memang dinilai tidak solid karena tidak memiliki satu partai dominan seperti halnya UMNO yang memimpin di koalisi Barisan Nasional.

Berita Lainnya