sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satu orang tewas dalam penembakan massal di Texas

Korban meninggal karena luka-luka yang dideritanya pada Minggu (13/6) siang waktu setempat.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 14 Jun 2021 11:23 WIB
Satu orang tewas dalam penembakan massal di Texas

Satu dari 14 orang yang terluka dalam penembakan massal di pusat kota Austin, Texas, telah dinyatakan meninggal. Polisi Austin menyatakan Douglas John Kantor (25) meninggal karena luka-luka yang dideritanya pada Minggu (13/6) siang waktu setempat.

Dalam sebuah rilis, pihak berwenang menjelaskan telah menangkap satu orang sehubungan dengan penembakan pada Sabtu (12/6) pagi itu. Para pejabat tidak merilis informasi lebih lanjut tentang penangkapan itu.

Pada Sabtu, Kepala Polisi Austin Joseph Chacon mengatakan dalam konferensi pers bahwa dua dari korban yang terluka berada dalam kondisi kritis. Pihak berwenang, kata Chacon, telah mengidentifikasi dua tersangka pria, dan menyatakan bahwa tampaknya peristiwa tersebut adalah insiden yang terisolasi antara kedua pihak.

Polisi Austin mendapat panggilan 911 pertama mereka sesaat sebelum pukul 01:30, diikuti oleh beberapa panggilan mengenai terjadinya tembakan. Saat tembakan terdengar, petugas di blok tersebut dapat segera merespons.

"Mereka ada di sana dalam beberapa detik setelah menerima panggilan," kata Chacon. "Pihak berwenang dengan cepat mengidentifikasi beberapa korban penembakan yang berada dalam kesulitan. Mereka segera memulai tindakan penyelamatan jiwa."

Chacon mengatakan, para penyelidik sedang meninjau rekaman video dari berbagai sumber, termasuk sistem kamera pengintai video milik kota tersebut, untuk menentukan apa yang terjadi.

"Petugas memiliki kamera yang dikenakan di tubuh mereka, kami memiliki keamanan publik dan sistem kamera ... yang menangkap bagian dari insiden ini," kata Chacon.

Wali Kota Austin Steve Adler mengomentari penembakan di pusat kota dalam serangkaian twit. "Meningkatnya kekerasan menggunakan senjata secara lokal adalah bagian dari peningkatan kekerasan senjata yang mengganggu di seluruh negeri saat kita keluar dari pandemik ini nantinya," tegasnya.

Sponsored
Berita Lainnya