sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sebaran coronavirus terus meluas, 2.979 meninggal

Hingga Minggu (1/3), terdapat total 86.529 kasus secara global.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Minggu, 01 Mar 2020 13:16 WIB
Sebaran coronavirus terus meluas, 2.979 meninggal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Sebaran kasus positif coronavirus terus meluas hingga 61 negara mengkonfirmasi temuan infeski virus baru ini. Hingga Minggu (1/3), terdapat total 86.529 kasus secara global.

Mengutip South China Morning Post, saat ini terdapat 2.979 korban meninggal akibat coronavirus. Adapun 41.958 orang lainnya dinyatakan sembuh. 

China yang menjadi lokasi sebaran tertinggi, mencatat 573 kasus baru coronavirus kemarin. Menurut Komisi Kesehatan China, jumlah ini menjadi kenaikan tertinggi dalam satu pekan terakhir. Adapun jumlah total kematian di China hingga saat ini mencapai  2.870 orang.

Iran menjadi lokasi di luar China dengan kasus kematian terbanyak. Di Iran, 43 orang meninggal dari total 593 kasus.

Di Irak, negara tetangga Iran, terdapat total 13 kasus coronavirus. Kementerian Kesehatan Irak menyatakan, seluruh kasus coronavirus di negara tersebut berhubungan dengan Iran. Dari total kasus yang terjadi, lima di antaranya merupakan kasus baru yang diumumkan pada Sabtu. 

"Kelima orang itu baru saja tiba dari negara tetangga Iran dan kini berada di fasilitas karantina," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Irak dikutip dari Reuters. 

Sementara itu, Australia mengumumkan kematian pertama pasien coronavirus pagi ini. Dinas Kesehatan Negara Bagian Australia Barat menyatakan, pasien berusia 78 tahun itu berasal dari kapal pesiar Diamond Princess, yang dikarantina di Jepang. 

Ekuador juga melaporkan kasus pertama coronavirus. Pasien merupakan seorang perempuan lansia yang tinggal di Spanyol. 

Sponsored

Di Yunani, Kementerian Kesehatan melaporkan adanya tiga kasus baru coronavirus. Dengan demikian, terdapat total tujuh orang yang menjadi pasien positif virus asal Wuhan, China tersebut. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan keadaan darurat global akibat wabah virus yang diberi nama COVID-19 itu. Dampak yang ditimbulkan meluas mulai dari penghentian sementara berbagai maskapai penerbangan antar negara, terutama yang menuju dan dari China daratan.

Kemudian terjadi pelarangan berkumpul oleh massa dalam jumlah besar, hingga merosotnya aktivitas perdagangan dan pasar saham global. Reuters, SCMP

Berita Lainnya