logo alinea.id logo alinea.id

Sejumlah bintang K-pop nyatakan dukungan terhadap China

Salah satu bintang K-pop yang mendukung China adalah anggota GOT7, Jackson Wang.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 19 Agst 2019 20:09 WIB
Sejumlah bintang K-pop nyatakan dukungan terhadap China

Sejumlah bintang K-pop asal China secara terbuka menyatakan dukungan mereka atas kebijakan "Satu-China" atau "One-China policy". Pernyataan mereka muncul setelah para demonstran anti-pemerintah di Hong Kong melemparkan bendera China ke Pelabuhan Victoria pada awal bulan ini. Langkah tersebut dianggap sebagai penentangan terhadap meningkatnya campur tangan Beijing di kota itu.

Lay Zhang, Jackson Wang, Lai Kuan-lin dan Victoria Song merupakan beberapa bintang K-pop yang baru-baru ini menyatakan loyalitas mereka terhadap China. Di akun media sosial resmi China, Weibo, Mereka mengunggah gambar bendera nasional dan menyebut diri mereka sebagai salah satu penjaga bendera.

Jackson Wang merupakan bintang K-pop kelahiran Hong Kong, sementara Lai Kuan-lin sendiri berasal dari Taiwan.

Beberapa pihak melihat pernyataan publik itu sebagai contoh terbaru tentang bagaimana selebritas dan perusahaan merasa tertekan untuk tunduk kepada kebijakan politik China.

Victoria Song yang merupakan mantan anggota grup f(x) dan Lay Zhang, anggota dari grup K-pop ternama EXO, menunjukkan kebanggaan mereka atas China di Instagram. Pekan lalu, Victoria Song mengunggah gambar bendera China disertai tulisan, "Hong Kong is part of China forever".

Unggahannya itu kemungkinan besar akan dilihat oleh penggemar internasionalnya karena Instagram, seperti kebanyakan situs media sosial Barat, telah diblokir oleh pemerintah China.

Sponsored

Para penggemar K-pop segera bereaksi terhadap pengakuan kesetiaan beberapa idola mereka kepada China. Sejumlah penggemar menyebut hal itu memalukan, sementara yang lain lebih pengertian.

Erika Ng (26), perempuan asal Hong Kong yang merupakan penggemar Jackson Wang, mengaku tidak terkejut dengan pernyataan idolanya. Dia mengatakan Jackson Wang lebih menghargai pasar China daratan dibanding pasar Hong Kong.

Jackson Wang, anggota grup K-Pop bernama GOT7, dikenal kerap membawa bendera Hong Kong di konsernya dan mengenakan topi dengan simbol kota, bunga bauhinia. Namun, akhir-akhir ini, dia membawa bendera China dalam tur konsernya dan mengenakan jaket hoodie dengan gambar bendera China dalam video musiknya.

Ellyn Bukvich (26), warga Amerika Serikat yang telah menjadi penggemar EXO selama lima tahun, mengatakan banyak penggemar muda mungkin akan mendukung Lay Zhang dan pesannya karena statusnya sebagai bintang K-pop.

"Ini menyebarkan propaganda yang sangat efektif," kata Bukvich.

Kebijakan "Satu-China" menyatakan bahwa hanya ada satu pemerintah China, dan itu adalah pandangan diplomatik yang diakui oleh sebagian besar negara di dunia, termasuk AS. Kebijakan tersebut ditujukan bagi Taiwan, yang Beijing anggap sebagai provinsi yang membangkang.

China menyepakati prinsip "satu negara, dua sistem" dengan Inggris saat pihaknya mengembalikan Hong Kong pada 1997. Formula yang berlaku hingga 2047 itu menjamin kebebasan yang tidak didapatkan di Beijing.

Tiongkok dan media yang dikendalikan pemerintah secara konsisten menggambarkan gerakan protes Hong Kong sebagai upaya para penjahat yang didukung pihak asing untuk memisahkan wilayah itu dari China.

Sejumlah merek internasional, mulai dari perusahaan fesyen hingga maskapai penerbangan, pernah dipaksa untuk membuat permintaan maaf secara publik atas pelanggaran kebijakan China seperti menyebut Taiwan dan Hong Kong sebagai negara independen di situs atau produk mereka.

Lay Zhang mengakhiri kemitraannya dengan Samsung Electronics pekan lalu. Dia menuduh raksasa ponsel asal Korea Selatan itu merusak kedaulatan dan integritas wilayah China.

Keputusan Lay Zhang dipicu oleh Samsung yang memiliki opsi bahasa terpisah bagi pengguna mereka di Hong Kong, China dan Taiwan di situs global mereka. Baik Hong Kong dan Taiwan menggunakan karakter China tradisional alih-alih karakter yang disederhanakan seperti yang digunakan di Beijing. 

Selain itu, Hong Kong sendiri juga menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi mereka.

Samsung menolak berkomentar apakah mereka akan terus menyediakan opsi bahasa yang berbeda untuk Taiwan dan Hong Kong.

Banyak yang menilai akan sulit untuk mengetahui apakah loyalitas terhadap Beijing didorong perasaan tulus atau karena alasan komersial. Pasalnya di masa lalu, bisnis sejumlah selebritas asal China maupun asing telah hancur di negara itu karena keberatan Partai Komunis atas pernyataan atau tindakan mereka.

Pada 2016, bintang K-Pop asal Taiwan, Chou Tzu-yu, membuat permintaan maaf secara publik karena mengibarkan bendera Taiwan saat tampil di sebuah acara televisi di Korea Selatan. Banyak yang bereaksi terhadap perbuatannya dan menuduhnya melakukan pencemaran nama China. 

Dukungan publik untuk Beijing tidak hanya diserukan oleh para bintang K-pop. Liu Yifei, aktris kelahiran China yang membintangi film Mulan, menyatakan dukungannya terhadap kepolisian Hong Kong.

"Saya mendukung polisi Hong Kong. Silakan serang saya sekarang," tulisnya di akun Weibo-nya.

Sejumlah pihak mempertanyakan motifnya, bertanya-tanya apakah pembelaan terhadap polisi Hong Kong itu untuk memastikan filmnya dirilis secara luas di China, yang merupakan pasar film terbesar di dunia.

Akibat pernyatan Liu Yifei, para pengunjuk rasa Hong Kong mengancam akan memboikot film itu ketika dirilis pada 2020. (Voice of America)