logo alinea.id logo alinea.id

Selama jadi presiden AS, Trump lontarkan 10.111 kebohongan

Kebiasaan Trump untuk melontarkan kebohongan meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 30 Apr 2019 12:55 WIB
Selama jadi presiden AS, Trump lontarkan 10.111 kebohongan

Cek fakta yang dilakukan the Washington Post menyimpulkan bahwa Donald Trump telah membuat lebih dari 10.000 klaim keliru atau menyesatkan sejak dia menjadi Presiden Amerika Serikat pada Januari 2017.

Menurut cek fakta yang dilansir the Post pada Senin (29/4), kebiasaan Trump untuk melontarkan kebohongan meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.

"Dalam 601 hari, Presiden Trump membuat lebih lebih dari 5.000 klaim keliru dan menyesatkan, rata-rata per hari delapan klaim," tulis the Post. 

Per 26 April 2019, Trump meningkatkan klaim keliru dan menyesatkannya menjadi 10.000, dengan rata-rata 23 klaim salah setiap harinya.

Twit dan wawancara Trump yang kerap dilakukan dengan Fox News juga kaya akan informasi yang salah. "Sekitar seperlima dari klaim palsu atau menyesatkannya adalah tentang imigrasi."

Sejak pidato pelantikannya, Trump rata-rata melontarkan kurang dari lima klaim salah setiap hari dalam 100 hari pertamanya di Gedung Putih.

"Tetapi tsunami ketidakbenaran terus menjulang semakin besar," ungkap the Post.

Pada 27 April 2019, termasuk kampanye di Green Bay, Wisconsin, angka kebohongan yang diucapkan Trump mencapai 10.111 dalam 828 hari.

Sponsored

Menurut hitungan the Post, klaim salah atau menyesatkan ke-10.000 Trump terucap pada Jumat (26/4) ketika dia berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih soal protes sayap kanan di Charlottesville, Virginia, pada Agustus 2017.

Salah satu kebohongan Trump yang dia ucapkan berulang kali adalah ketika dia mengatakan pembangunan dinding perbatasan tengah berlangsung dan akan terdapat lebih dari 643 km dinding perbatasan pada akhir tahun ini. 

Faktanya, dinding perbatasan yang menjadi salah satu "jualan" Trump dalam Pilpres 2016 belum dibangun. Dalam RUU belanja negara tidak ada dana perlindungan perbatasan yang dapat digunakan untuk membangun dinding perbatasan yang diinginkan Trump. 

Dana yang tersedia hanya dapat digunakan untuk pembangunan pagar perbatasan atau mengganti pagar lama. (The Guardian dan The Washington Post)