logo alinea.id logo alinea.id

Sempat ditahan di Indonesia, AS sita kapal kargo Korea Utara

Kapal kargo bernama The Wise Honest itu ditahan di Indonesia pada April 2018. Dua bulan setelahnya, AS mengajukan surat perintah penyitaan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 10 Mei 2019 14:17 WIB
Sempat ditahan di Indonesia, AS sita kapal kargo Korea Utara

Amerika Serikat mengatakan telah menyita kapal kargo Korea Utara atas tuduhan melanggar sanksi internasional. Kapal kargo bernama The Wise Honest itu ditahan di Indonesia pada April 2018. Dua bulan setelahnya, AS mengajukan surat perintah penyitaan.

Indonesia telah menyerahkan kapal itu, dan kini The Wise Honest sedang dalam perjalanan ke AS. Kementerian Kehakiman AS (DoJ) mengatakan kapal itu digunakan untuk mengangkut batu bara yang merupakan komoditas ekspor terbesar Korea Utara. Namun, Pyongyang tidak diizinkan melakukan kegiatan ekspor-impor setelah dijatuhi sanksi internasional PBB.

Ini adalah pertama kalinya AS berhasil menyita kapal Korea Utara. Sebelumnya, Pyongyang selalu berhasil lolos dengan menggunakan bendera negara lain atau mematikan alat pelacak di kapal mereka.

Langkah AS ini dinilai dapat memperburuk hubungan antara kedua negara. Pada Februari, KTT Korea Utara-AS berakhir tanpa persetujuan karena Presiden AS Donald Trump bersikeras agar pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghentikan program nuklirnya. Sedangkan, Pyongyang menuntut Washington, mencabut sanksi yang membebani ekonomi negara.

Dalam sepekan terakhir, Korea Utara telah melakukan dua uji coba senjata yang secara luas dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan dan bentuk protes kepada AS atas kegagalan KTT di Hanoi, Vietnam.

Para pejabat AS menekankan bahwa keputusan itu tidak ada hubungannya dengan uji coba senjata Korea Utara. "Kementerian menemukan skema Korea Utara untuk mengekspor berton-ton batu bara bermutu tinggi ke pembeli asing dengan menyembunyikan asal kapal mereka," kata Jaksa Penuntut AS Geoffrey S. Berman.

Skema itu, lanjutnya, memungkinkan Korea Utara untuk menghindari sanksi internasional. Selain itu, Berman menjelaskan bahwa The Wise Honest juga digunakan untuk mengimpor alat berat ke Korea Utara.

"Alat berat itu membantu Korea Utara mengembangkan kapasitas mereka dan melanjutkan siklus penghindaran sanksi," ujarnya.

Sponsored

Kapal kargo itu juga melanggar bentuk sanksi lain karena menggunakan dolar AS untuk mendanai pemeliharaannya. Korea Utara menjadi sasaran serangkaian sanksi baik dari AS maupun dunia akibat program nuklir dan uji coba rudalnya.

Memperbaiki hubungan

Belakangan ini, sebagian besar pemberitaan mengenai hubungan AS-Korea Utara menunjukkan kedua negara kembali ke titik permusuhan. Namun, Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun kini sedang berada di Korea Selatan untuk membahas cara memulai kembali perundingan denuklirisasi.

Presiden Trump mengatakan bahwa tidak ada pihak yang senang atas uji coba senjata terbaru Korea Utara. "Saya tahu mereka ingin berunding, tapi saya pikir mereka belum benar-benar siap untuk bernegosiasi," kata Trump pada Kamis (9/5).

Dia menjadi presiden pertama AS yang bertemu dengan mitranya dari Korea Utara dalam KTT bersejarah pada 2017. Meski begitu, sejak dua pertemuan mereka, banyak pihak menilai belum ada kemajuan nyata menuju denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pada 2018, Kim Jong-un menyatakan akan menangguhkan uji coba nuklir dan tidak akan lagi meluncurkan rudal balistik antarbenua.

Sumber : BBC

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB