sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Senat AS putuskan sidang pemakzulan Trump berjalan

Sebanyak 6 senator asal Republik bergabung dengan Demokrat dalam sidang pemakzulan Trump.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 10 Feb 2021 19:34 WIB
Senat AS putuskan sidang pemakzulan Trump berjalan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Senat Amerika Serikat (AS) memutuskan melanjutkan persidangan pemakzulan kedua mantan Presiden Donald Trump.

Setelah hampir empat jam berdebat di ruangan yang sama yang diserang demonstran pro Trump pada 6 Januari, para senator melakukan pemungutan suara dengan hasil akhir 56-44 tentang pertanyaan apakah ada dasar konstitusional untuk mengadili mantan presiden yang dimakzulkan.

Enam senator dari Partai Republik bergabung dengan Demokrat dalam mendukung sidang pemakzulan Trump. Mereka yakni Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania, dan Mitt Romney dari Utah.

Trump merupakan presiden pertama yang menghadapi persidangan pemakzulan setelah meninggalkan jabatannya. Dia juga satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali.

Penyerangan terhadap Capitol mengguncang bangsa dan dunia ketika loyalis presiden menyerbu gedung parlemen dalam upaya mencegah kongres meresmikan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden.

Meskipun akhirnya gagal, kerusuhan tersebut menewaskan lima orang dan menodai komitmen AS melakukan transfer kekuasaan secara damai.

Bulan lalu, hanya lima senator Partai Republik yang bergabung dengan Partai Demokrat menolak tuduhan pemakzulan sebagai inkonstitusional. Senator Bill Cassidy, seorang Republikan dari Louisiana, menjadi satu-satunya anggota yang mengubah suaranya, membuka kemungkinan adanya beberapa anggota parlemen berubah pikiran.

Partai Republik menilai, Senat tidak memiliki wewenang mengadakan persidangan karena pemakzulan dimaksudkan untuk mengarah pada pencopotan presiden dari jabatannya. Namun, pandangan itu ditentang para ahli konstitusi, termasuk pengacara konservatif terkemuka Charles Cooper, yang berpendapat, klaim tersebut tidak berdasar.

Sponsored

Para Demokrat di DPR membuka persidangan dengan video mengerikan dan dramatis dari pengepungan Capitol yang mengancam nyawa mantan wakil presiden, Mike Pence; anggota kongres; dan semua orang yang bekerja.

Video tersebut diambil dari rekaman visual ekstensif dari para perusuh, reporter, dan saksi mata serta dibuat menjadi kompilasi rekaman yang turut memperlihatkan pidato Trump sebelum kerusuhan terjadi.

Pada saat itu, Trump menyerukan para pendukungnya berjuang sekuat tenaga dan berbaris ke Capitol agar membuat suara mereka didengar sebelum anggota parlemen menyatakan kemenangan Biden.

"Anda bertanya seperti apa kejahatan dan pelanggaran tingkat tinggi di bawah konstitusi kita? Ini adalah contoh nyata dari kejahatan dan pelanggaran yang tinggi," kata anggota kongres sekaligus pemimpin Partai Demokrat DPR yang menangani kasus tersebut, Jamie Raskin dari Maryland.

Dalam bantahannya, tim pembela Trump mengklaim, persidangan pemakzulan inkonstitusional dan takkan menguntungkan warga AS.

Seraya menuduh Demokrat menyalahgunakan kekuasaan, pengacara Trump, David Schoen, menilai, pemakzulan tersebut didorong kebencian dan tekad melihat kliennya turun takhta.

Menurut Shcoen, sidang pemakzulan tersebut juga dapat merusak kepercayaan penduduk AS dan tidak sesuai UU karena Trump sudah tidak menjabat sebagai presiden. (The Guardian)

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

DC garap film reboot Superman berkulit hitam

Senin, 01 Mar 2021 15:53 WIB

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB