sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Seorang tentara di Thailand mengamuk, menewaskan 21 orang

Polisi mengidentifikasi pelaku adalah Jakrapanth Thomma (32).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 09 Feb 2020 08:13 WIB
Seorang tentara di Thailand mengamuk, menewaskan 21 orang

Seorang tentara Thailand mengamuk dengan menyerang sejumlah tempat pada Sabtu (8/2) dan Minggu (9/2), menewaskan 21 orang. Aksi prajurit itu dimulai pada Sabtu pukul 15.00 waktu setempat ketika dia melepas tembakan di kamp militer sebelum akhirnya bergerak ke sebuah mal di Kota Nakhon Ratchasima.

Pada Minggu dini hari, baku tembak meletus di mal Terminal 21 ketika pasukan keamanan berusaha menghentikan aksi tentara itu. Dalam peristiwa ini seorang anggota pasukan keamanan Thailand tewas.

Polisi mengidentifikasi pelaku adalah Jakrapanth Thomma (32).

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul menjelaskan bahwa dua anggota pasukan keamanan cedera dalam baku tembak di mal Terminal 21. Setidaknya, 31 orang dilaporkan terluka akibat aksi prajurit yang mengamuk tersebut.

Media Thailand mengatakan bahwa tersangka bertugas di pangkalan militer dekat Nakhon Ratchasima. Sebelum serangan itu, Jakrapanth mengunggah status di Facebook bahwa dia akan keluar untuk membalas dendam tanpa merinci lebih lanjut.

"Kami tidak tahu mengapa dia melakukan ini. Mungkin dia jadi gila," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Kongcheep Tantrawanit kepada Reuters.

Kongcheep menuturkan bahwa pelaku adalah seorang perwira batalion amunisi yang bertugas di Batalion Amunisi 22.

Menurut Kongcheep, tersangka bertengkar dengan atasannya sebelum akhirnya menembaknya dan membunuhnya. Dia kemudian mengambil senjata atasannya dan menembaki rekan-rekannya.

Sponsored

Pelaku juga mencuri sejumlah senjata lain, termasuk satu senapan mesin dan Humvee.

Tidak jelas berapa banyak pembeli dan pekerja yang masih berada di dalam pusat perbelanjaan setelah tentara dan polisi mengawal ratusan orang yang terjebak ke tempat yang aman.

"Itu menakutkan karena saya bisa mendengar suara tembakan sesekali ... Kami menunggu lama agar polisi datang dan membantu kami, berjam-jam," ujar Suvanarat Jirattanasakul (27).

Rekaman CCTV dari dalam mal yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria bersenjata berpakaian hitam dan mengenakan penutup wajah bergerak seorang diri.

Ada pun Facebook telah menghapus akun tersangka.

"Tidak tempat di Facebook bagi orang-orang yang melakukan kekejaman seperti ini, kami juga tidak mengizinkan orang untuk memuji atau mendukung serangan ini," ungkap perwakilan Facebook.

Perburuan untuk menangkap tersangka masih berlangsung. (Reuters dan CNN)

Berita Lainnya