sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sepuluh orang tewas akibat Topan Goni di Filipina

Topan melewati bagian selatan pulau utama negara itu, Luzon, menyebabkan hujan lebat, banjir dan tanah longsor

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 02 Nov 2020 15:10 WIB
Sepuluh orang tewas akibat Topan Goni di Filipina

Setidaknya 10 orang tewas dan lebih dari dua juta terkena dampak setelah Topan Goni, topan terkuat di dunia tahun ini, melanda Filipina pada Minggu (1/11) pagi.

Topan melewati bagian selatan pulau utama negara itu, Luzon, menyebabkan hujan lebat, banjir dan tanah longsor, sebelum melemah saat mengitari tepi ibu kota Manila.

"Jumlah korban 372.653 keluarga atau 2.068.085 orang. Sepuluh orang tewas dan satu luka-luka. Biaya kerusakan masih dalam penilaian," kata juru bicara Dewan Manajemen & Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Ricardo Jalad, Senin (2/11).

Topan Goni adalah badai terkuat di dunia sepanjang tahun ini dengan kecepatan angin hingga 215 kilometer per jam dengan kecepatan hembusan hingga 265 kilometer per jam.

Pejabat pemerintah mengatakan bahwa akibat hujan lebat yang disebabkan oleh topan, sungai meluap dan tanggul hancur, sementara di wilayah Bicol lebih dari 300 rumah terkubur di bawah batuan vulkanik dan aliran lahar.

Di antara yang hilang diyakini ada seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang tersapu air banjir.
Sebelum badai melanda, para pejabat mengevakuasi hampir satu juta penduduk di bagian Selatan pulau utama Luzon di Filipina. Ada kekhawatiran menjelang kedatangan Goni bahwa hal itu dapat berdampak buruk bagi Ibu Kota Filipina.

Hingga Minggu, setidaknya 2.420 keluarga dievakuasi terlebih dahulu di Metro Manila, kata NDRRMC dalam sebuah tweet.

Badai tersebut, yang setara dengan badai Atlantik kategori 5, kini telah melemah secara substansial setelah melewati Filipina dan telah diturunkan versinya menjadi badai tropis, menurut Kantor Berita Filipina.

Sponsored

Sebuah pesawat Penjaga Pantai Filipina sedang dikerahkan ke pulau Catanduanes, NDRRMC menambahkan, di mana menara seluler roboh dari topan.

Juru bicara NDRRMC mengatakan, penerbangan bantuan yang membawa makanan dan perbekalan akan dikerahkan ke Catanduanes dan Kota Legazpi pada Senin dan Selasa. Goni adalah salah satu badai terkuat yang melanda Filipina sejak Haiyan pada 2013, yang menewaskan lebih dari 6.300 orang.

Biro cuaca Filipina mengatakan topan lain, badai tropis Atsani, telah memasuki negara itu dan bisa menguat.

Sumber : CNN

Berita Lainnya

Penampakan Redmi K50 terkuak

Selasa, 27 Jul 2021 11:14 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB