sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Serangan udara Israel tewaskan 18 orang di Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, 50 orang lainnya juga terluka akibat serangan Israel.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 13 Nov 2019 17:59 WIB
Serangan udara Israel tewaskan 18 orang di Gaza

Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan enam warganya tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam Jalur Gaza pada Rabu (13/11) pagi. Middle East Eye menyebut dengan demikian jumlah korban tewas dari pertempuran sejak Selasa (12/11) meningkat menjadi 18 orang.

Sedangkan menurut laporan Reuters, eskalasi kekerasan di Gaza telah menewaskan 19 orang sejak Selasa.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, 50 orang lainnya juga terluka akibat serangan Israel.

Sebelumnya, dalam serangan mematikan ke Gaza pada Selasa, Israel menewaskan seorang komandan Jihad Islam Palestina, Baha Abu Al-Atta. Kematian Atta memicu gelombang serangan roket dari Gaza. Sedikitnya 220 roket telah ditembakkan ke Israel dari Gaza. 

Sistem pertahanan Iron Dome milik Israel berhasil mencegat 90% dari ratusan roket yang ditembakkan.

Akibat serangan roket, sejumlah sekolah di bagian selatan dan pusat Israel ditutup, merumahkan lebih dari satu juta siswa.

Tembakan roket dari Gaza mencapai wilayah utara Tel Aviv, menyebabkan dua orang terluka akibat terkena puing-puing. Militer Israel menyebut, serangan itu tidak memakan korban jiwa.

Militer Israel mengatakan telah melakukan serangkaian serangan yang menargetkan Jihad Islam pada Rabu sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Gaza.

Sponsored

Jihad Islam menuturkan, salah satu orang yang tewas dalam serangan Israel pada Rabu merupakan anggota kelompoknya, Khaled Fawwaj.

Sirene serangan udara terdengar di Kota Ashkelon dan Netivot yang berada dekat perbatasan Israel dengan Gaza.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memerintahkan operasi pembunuhan Atta, menuduh dia mendalangi serangan baru-baru ini terhadap Israel dan merencanakan untuk melakukan lebih banyak serangan dalam waktu dekat.

Abu Musaab al-Breem, juru bicara Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam, mengatakan bahwa pertempuran yang terjadi merupakan pembalasan atas pembunuhan Atta dan telah dikoordinasikan oleh faksi Palestina.

Namun, Hamas, kelompok utama yang berkuasa di Gaza, tidak ikut campur dalam pertempuran untuk saat ini.

Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa utusan PBB untuk Timur Tengah sedang dalam perjalanan menuju Kairo, Mesir, untuk memulai proses mediasi demi mengakhiri kekerasan. (Reuters, Haaretz, France 24 dan Middle East Eye)