sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Serikat kerja global ikut tolak RUU Cipta Kerja

Global Union menganggap aturan baru ini lebih menempatkan kepentingan dan tuntutan investor asing di atas pekerja, komunitas dan lingkungan.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 06 Okt 2020 12:13 WIB
Serikat kerja global ikut tolak RUU Cipta Kerja
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Global Union, sebuah Serikat Pekerja Global melalui surat tertulis meminta pemerintah Indonesia mencabut Omnibus Law tentang RUU Cipta Kerja, serta melakukan negosiasi ulang dan dialog konstruktif terbuka dengan serikat pekerja.

“Kami khawatir bahwa pemerintah sedang berupaya untuk melembagakan perubahan ekonomi yang luas dan deregulasi ketika prioritas harus diberikan untuk menangani krisis kesehatan masyarakat,” dikutip dari surat tersebut, Selasa (6/10).

Global Union menganggap aturan baru ini lebih menempatkan kepentingan dan tuntutan investor asing di atas pekerja, komunitas, dan lingkungan.

“Kami prihatin bahwa prosedur dan substansi RUU Cipta Kerja tidak sesuai dengan kewajiban HAM Indonesia di bawah hukum HAM internasional,” ujarnya.

Sponsored

Global Union sangat yakin bahwa gugus ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan secara signifikan merongrong hak dan kesejahteraan pekerja Indonesia dan bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003.

Untuk itu, Global Union akan terus mendukung upaya serikat pekerja dan pekerja Indonesia untuk melindungi dan menuntut hak mereka.

Pengesahan RUU pada 5 Oktober dikhawatirkan akan menyebabkan demonstrasi besar oleh para pekerja. Padahal terdapat risiko kesehatan dan keselamatan yang harus dipikirkan saat demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

Berita Lainnya