sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Singapura perbolehkan muslim salat Iduladha di masjid

Umat Islam di Singapura tetap bisa salat Iduladha di masjid. Namun, mereka harus memesan tempat secara online dulu.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 17 Jul 2021 12:47 WIB
Singapura perbolehkan muslim salat Iduladha di masjid

Umat ​​Islam di Singapura dihimbau untuk tetap waspada dan mematuhi langkah-langkah keamanan Covid-19 selama perayaan Iduladha mendatang, untuk menjaga angka penularan masyarakat rendah dan mencegah masjid ditutup.

Menteri Urusan Muslim Masagos Zulkifli pada Jumat (16/7) mencatat, lebih dari 18.000 orang telah berhasil mendaftar salat Iduladha di 66 masjid di Singapura.

Dalam sebuah posting Facebook, ia meminta umat Islam untuk ke masjid hanya setelah berhasil melakukan pemesanan online untuk slot dan check-in dengan TraceTogether, dan untuk secara ketat mematuhi prosedur manajemen yang aman.

"Pelanggaran tindakan, seperti jemaah salat di luar zona aman yang ditentukan, dapat mengakibatkan penutupan masjid jika mereka gagal menegakkan jarak aman," kata Masagos, yang menambahkan bahwa orang juga dapat menyebarkan virus tanpa sadar.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Dewan Agama Islam Singapura (Muis) pada hari Rabu, ketika mencatat bahwa kerumunan besar orang yang salat berjamaah di luar Masjid Sultan di Bugis terekam dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial.

Pengaturan seperti itu akan membuat sangat sulit untuk melakukan pelacakan kontak dan mengambil tindakan perbaikan untuk mengekang infeksi berikutnya jika penularan terjadi, katanya.

"Selain bahaya yang jelas dan saat ini dari penularan Covid-19, kami juga tidak ingin mengambil risiko penutupan masjid karena melanggar prosedur manajemen yang aman," kata Muis dalam rilis media.

Dewan menekankan bahwa salat berjamaah harus dilakukan di masjid, dengan pemesanan yang sah. "Atau bisa juga salat berjamaah di rumah bersama anggota keluarga," katanya.

Sponsored

“Melalui kerja keras dan kerja sama masyarakat, masjid-masjid kami berhasil tetap buka, kecuali penutupan sesekali untuk pembersihan,” kata Muis.

"Kami memahami keinginan masyarakat untuk kembali ke masjid untuk salat berjamaah secara teratur. Namun, kami meminta kesabaran dan kerja sama Anda saat bangsa ini bergerak melalui fase tiga (kewaspadaan tinggi) dan kami secara progresif menawarkan lebih banyak tempat aman di masjid-masjid kami," lanjutnya. (Sumber: Straitstimes)

Berita Lainnya