sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Singapura tangkap warga Myanmar yang diduga terkait pemberontak

Menurut otoritas Singapura, sejumlah warga Myanmar telah menggalang dukungan untuk Arakan Army.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 11 Jul 2019 14:54 WIB
Singapura tangkap warga Myanmar yang diduga terkait pemberontak

Pihak berwenang Singapura akan mendeportasi sekelompok orang berkewarganegaraan Myanmar yang kini telah ditahan. Mereka dituduh mengumpulkan dukungan bagi kekerasan bersenjata melawan pemerintah Myanmar.

Kementerian Dalam Negeri Singapura pada Rabu (10/7) mengatakan bahwa kelompok tersebut telah mengorganisasi dan memobilisasi sejumlah anggota komunitas Myanmar Singapura untuk mendukung Arakan Army (AA), kelompok bersenjata yang menginginkan otonomi lebih besar di barat negara bagian Rakhine, serta sayap politiknya, Liga Persatuan Arakan.

Myanmar telah mencap AA sebagai organisasi teroris.

Dalam pernyataan yang sama disebutkan pula bahwa mereka yang didapati terlibat dalam kegiatan yang menjadi perhatian keamanan juga akan dideportasi. 

"Mereka seharusnya tidak mengimpor masalah politik domestik mereka ke Singapura," sebut Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Juru bicara kelompok AA Khine Thu Kha membantah bahwa warga Myanmar yang ditahan adalah bagian dari kelompoknya.

"Mereka hanya organisasi komunitas," jelas Khine Thu Kha.

Myo Thu Soe, juru bicara kepolisian Myanmar, mengatakan dia tidak tahu mengapa polisi Singapura menangkap sekelompok warga Myanmar tersebut. "Itu tidak terjadi karena kami meminta kepada mereka."

Sponsored

Negara bagian Rakhine, yang juga dikenal sebagai Arakan, menjadi perhatian global setelah sekitar 730.000 warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh, melarikan diri dari operasi militer yang brutal pada 2017.

Baru-baru ini, warga sipil baik di Rakhine dan negara bagian Chin, telah terperangkap dalam bentrokan antara militer dan kelompok AA. Menurut PBB, lebih dari 35.000 orang tahun ini telah mengungsi akibat konflik tersebut.

Sumber : Al Jazeera