sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Singapura terapkan karantina 21 hari bagi pelancong asing

Karantina tak berlaku bagi pelancong Australia, Brunei Darussalam, China daratan, Selandia Baru, Taiwan dan Hong Kong.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 06 Mei 2021 14:16 WIB
Singapura terapkan karantina 21 hari bagi pelancong asing

Singapura akan memberlakukan aturan karantina wajib selama 21 hari bagi para wisatawan asing mulai Sabtu (8/5) untuk mencegah terjadinya gelombang baru Covid-19.

Berbicara dalam konferensi pers virtual pada Selasa (4/5), Lawrence Wong, Ketua Bersama Satuan Tugas Multikementerian Covid-19, mengatakan bahwa pelancong dari luar negeri harus dikarantina selama tiga minggu di fasilitas khusus yang disiapkan oleh pemerintah.

Aturan tersebut tidak berlaku bagi pendatang yang berasal dari Australia, Brunei Darussalam, China daratan, Selandia Baru, Taiwan, Hong Kong, dan Makau.

Saat ini, Singapura memberlakukan karantina wajib selama 21 hari bagi para pelancong dari Inggris, Afrika Selatan, Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

Di tengah situasi penyebaran Covid-19 yang memburuk di seluruh dunia, Wong memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap varian dan kasus baru yang menyebar dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara.

"Kami mengadopsi langkah perbatasan yang lebih ketat ini hingga akhir Mei, setelah itu kami akan melakukan peninjauan lebih lanjut tergantung pada situasi global dan lokal dan terus memperbarui dan menyempurnakan langkah-langkah perbatasan kami," jelasnya.

Namun, pelancong yang telah tinggal di Fiji dan Vietnam dalam 21 hari terakhir sebelum tiba di Singapura dapat menjalani tujuh hari terakhir masa karantina wajib di kediaman mereka masing-masing. Situasi penyebaran Covid-19 memaksa Singapura untuk meninjau travel bubble yang sebelumnya direncanakan dengan Hong Kong.

"Kami akan memantau situasi dan kami akan meninjau dan menilai apakah akan ada perubahan atau tidak," tambah Wong.

Sponsored

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Singapura juga mengurangi batas maksimal orang yang menghadiri rapat dari delapan menjadi lima mulai Sabtu hingga 30 Mei. Selain itu, kapasitas kehadiran di tempat kerja akan dipotong dari saat ini 75% menjadi 50%.

Kementerian menjelaskan, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memutus rantai penularan dengan mengurangi interaksi di antara lingkaran sosial dan di tempat kerja.

Singapura melaporkan 60 kasus baru Covid-19 dalam seminggu terakhir, naik dari 10 pada pekan sebelumnya, membuat total kasus di negara tersebut menjadi lebih dari 61.000, termasuk 31 fatalitas.

Sumber : Anadolu Agency

Berita Lainnya