sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Singgung kedaulatannya, Taiwan setop penjualan Huawei

Ada model ponsel Huawei yang penjualannya ditangguhkan, yaitu P30, P30 Pro dan Nova 5T.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 15 Nov 2019 18:07 WIB
Singgung kedaulatannya, Taiwan setop penjualan Huawei
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Taiwan menghentikan sementara penjualan tiga model ponsel pintar Huawei yang mengidentifikasi Taiwan sebagai bagian dari China, memberi pukulan baru dalam konflik berkepanjangan tentang referensi kedaulatan.

"Operator telepon diperintahkan untuk berhenti menawarkan model P30, P30 Pro dan Nova 5T per Kamis (14/11), karena mereka memasukkan kata-kata 'Taiwan, China' untuk zona waktu dan kontak," kata Peter Niou, seorang wakil direktur Komisi Komunikasi Nasional di Taipei. "Referensi tersebut merusak martabat nasional Taiwan."

Langkah ini memasukkan Huawei ke daftar merek global yang terkena imbas sengketa kedaulatan antara Taiwan dan China. Label fesyen Coach dan Givenchy juga masuk dalam daftar tersebut dan telah meminta maaf kepada China setelah dalam produknya mereka mengidentifikasi Taiwan sebagai negara.

Oleh China, Taiwan dianggap sebagai provinsinya yang membangkang. Beijing telah menegaskan, tidak akan sungkan menyatukannya kembali, sekalipun dengan paksaan.

Pada awal bulan ini, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. mengatakan akan terus membuat chip untuk Huawei setelah pemerintah membantah laporan bahwa Amerikat Serikat meminta perusahaan itu untuk menangguhkan bisnisnya dengan Huawei.

Surat kabar Financial Times melaporkan bahwa pemerintahan Donald Trump meminta pemerintah untuk membekukan aliran chip ke Huawei, yang oleh AS dituduh menimbulkan risiko spionase.

"Penangguhan penjualan ponsel Huawei akan berlanjut sampai perusahaan mengubah referensi soal Taiwan," tutur Niou.

Perwakilan Huawei dilaporkan menolak berkomentar.

Sponsored

Chunghwa Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar Taiwan, akan menangani kasus ini sesuai dengan peraturan pemerintah. (Bloomberg)

Berita Lainnya