sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal kabar penusukan suporter timnas Indonesia, ini kata KBRI

KBRI mengimbau WNI yang mengalami tindak kekerasan pada pertandingan sepak bola Indonesia-Malaysia untuk melapor ke kepolisian setempat.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 22 Nov 2019 14:15 WIB
Soal kabar penusukan suporter timnas Indonesia, ini kata KBRI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

KBRI Kuala Lumpur menyatakan tidak pernah membenarkan terjadinya penusukan terhadap suporter Timnas Indonesia dalam pertandingan sepak bola melawan Malaysia di Stadion Bukit Djalil pada Selasa (19/11).

"Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepada media yang membenarkan terjadinya penusukan terhadap suporter bola Indonesia di Malaysia," bunyi pernyataan KBRI Kuala Lumpur yang diunggah di Facebook pada Jumat (22/11).

KBRI Kuala Lumpur mengimbau bagi WNI yang mengalami tindak kekerasan pada pertandingan sepak bola Indonesia-Malaysia pada Selasa untuk melaporkannya kepada Kepolisian Malaysia dan KBRI agar dapat ditindaklanjuti.

Hal senada juga disampaikan oleh Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia (ASIM), yang pada Kamis (21/11) menyatakan bahwa kabar tewasnya WNI terkait kerusuhan pascapertandingan Indonesia-Malaysia adalah hoaks.

Lebih lanjut, KBRI Kuala Lumpur mengatakan hingga Jumat, mereka hanya menerima informasi mengenai dua kasus. Pertama, kasus pengeroyokan terhadap dua WNI di Bukit Bintang pada Senin (18/11). Kasus selanjutnya mengenai penahanan tiga WNI di Stadion Bukit Djalil pada Selasa.

KBRI Kuala Lumpur menyesalkan terjadinya kasus pengeroyokan pada Senin dan telah menyampaikan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Sponsored

Pihak KBRI Kuala Lumpur meminta otoritas Malaysia untuk mengusut para pelaku. Pada Selasa, perwakilan dari KBRI telah bertemu dengan korban pengeroyokan dan memberikan bantuan pengurusan dokumen serta menerima laporan mereka.

Sementara untuk kasus kedua, KBRI Kuala Lumpur akan mengajukan permohonan untuk memperoleh akses konsuler agar dapat menemui dan mendampingi ketiga WNI yang bersangkutan.

Berita Lainnya