sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Soal Venezuela, Rusia tegaskan dukungan bagi Nicolas Maduro

Rusia menentang keras intervensi Amerika Serikat atas urusan internal Venezuela.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 13 Feb 2019 16:00 WIB
Soal Venezuela, Rusia tegaskan dukungan bagi Nicolas Maduro

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menilai perkembangan krisis di Venzuela mengkhawatirkan dunia.

Di saat banyak negara yang mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim Venezuela, Rusia, mempertahankan dukungannya terhadap rezim Nicolas Maduro.

"Kami tidak mendukung Maduro secara pribadi, kami mendukungnya karena dia adalah pemimpin yang dipilih secara sah. Kami mendukung hak rakyat Venezuela untuk menentukan nasib negara mereka sendiri," tutur Vorobieva kepada awak media dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Jakarta, Rabu (13/2).

Dubes Vorobieva menegaskan bahwa Rusia menentang keras intervensi militer Amerika Serikat ke Venezuela, sebab menurut mereka hal itu tidak akan berujung pada kemenangan demokrasi.

"Lihatlah contohnya seperti Irak, Libya, dan Suriah. Apakah situasi di negara itu menjadi lebih baik setelah intervensi militer? Tidak, malah berubah lebih buruk," imbuhnya.

Mengutip laporan sejumlah media, Vorobieva mengatakan bahwa kota Kukuta di Kolombia belakangan ini dipenuhi oleh pejabat tinggi militer AS.

Kremlin menilai, aktivitas militer AS tersebut bertujuan untuk merencanakan penggulingan pemerintahan Venezuela secara paksa.

"Apa yang mereka coba lakukan adalah mengganti rezim Venezuela, bukan mencapai demokrasi. Washington bilang rezim ini buruk bagi rakyat Venezuela, lalu kenapa memperparahnya dengan menjatuhkan sanksi ekonomi?," ungkapnya.

Sponsored

Juga ada persoalan lain terkait bantuan kemanusiaan internasional dari AS yang diblokir oleh pemerintahan Maduro.

"Hal itu juga sangat aneh, di satu sisi AS menjatuhkan sanksi ekonomi dan bagi Venezuela, tetapi di sisi lain mereka menawarkan bantuan kemanusiaan," kata dia.

Pada 26 Januari, Rusia merupakan satu dari sejumlah negara yang menolak resolusi DK PBB yang dirancang AS atas isu Venezuela.

Pada saat itu, AS mendorong seluruh negara anggota DK PBB untuk memberikan dukungan penuh bagi Majelis Nasional Venezuela, yang diketuai oleh Guaido, sebagai satu-satunya lembaga yang dipilih secara demokratis di Venezuela.

"Alasan utama AS melahirkan resolusi ini adalah untuk memfasilitasi penggulingan pemerintah Venezuela. Kami menentang campur tangan terang-terangan atas urusan internal negara berdaulat," tegas Vorobieva.

Rusia, lanjutnya, menyambut semua upaya internasional untuk mempromosikan dan memfasilitasi penyelesaian masalah secara damai di Venezuela, sesuai dengan konstitusi dan UU di negara itu.

"Kami percaya rakyat Venezuela yang harus menentukan nasib negara mereka sendiri tanpa campur tangan dari luar," jelasnya.

Sebagai upaya membantu penyelesaian krisis Venezuela, baru-baru ini Rusia bergabung dalam Grup Kontak Internasional dengan partisipasi Uni Eropa dan sejumlah negara Amerika Latin. 

Grup ini telah membuat serangkaian proposal penyelesaian masalah bagi Venezuela.

"Apa pun yang dapat kami lakukan untuk memfasilitasi penyelesaian krisis, kami siap membantu," tutupnya.