sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Susul Inggris, Bahrain setujui penggunaan vaksin Covid-19 milik Pfizer

Vaksin Covid-19 milik Pfizer dan BioNTech akan digunakan bagi kelompok berisiko tinggi.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 05 Des 2020 20:47 WIB
Susul Inggris, Bahrain setujui penggunaan vaksin Covid-19 milik Pfizer
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Pemerintah Bahrain menyatakan telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

Persetujuan pada Jumat (4/12) membuat Bahrain menjadi negara kedua di dunia yang memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin tersebut. Inggris merupakan negara pertama yang melakukannya pada Rabu (2/12).

"Bahrain telah menyetujui vaksin Covid-19 milik Pfizer dan BioNTech yang akan digunakan bagi kelompok berisiko tinggi," jelas pernyataan National Health Regulatory Authority (NHRA) Bahrain.

Pemerintah Bahrain tidak mengungkapkan jumlah vaksin yang telah dibeli atau kapan vaksinasi akan dimulai.

Tantangan langsung bagi Bahrain adalah kondisi di mana vaksin harus disimpan. Mereka harus dikirim dan disimpan pada suhu sangat dingin kira-kira minus 70 derajat Celcius.

Padahal, Bahrain merupakan negara di Timur Tengah dengan suhu di musim panas dapat mencapai sekitar 40 derajat Celcius dengan kelembaban tinggi.

Negara tersebut akan menggunakan pesawat dari maskapai milik negara, Gulf Air, untuk mengangkut vaksin Covid-19. Di dekat Uni Emirat Arab, maskapai penerbangan jarak jauh yang berbasis di Dubai, Emirates, telah mengatakan sedang mempersiapkan fasilitasnya untuk mendistribusikan vaksin pada suhu yang sangat dingin.

Bahrain sebelumnya juga memberikan otorisasi penggunaan darurat bagi vaksin Covid-19 asal China yang dibuat oleh perusahaan farmasi Sinopharm dan telah melakukan inokulasi terhadap 6.000 orang dengannya.

Sponsored

"Persetujuan vaksin milik Pfizer dan BioNTech akan menambah lapisan penting lebih lanjut pada tanggapan Covid-19 nasional," tutur Kepala Eksekutif NHRA Mariam al-Jalahma.

Dengan populasi 1,6 juta, Bahrain telah melaporkan lebih dari 87.000 kasus infeksi Covid-19, termasuk 341 kematian. dan lebih dari 85.000 orang yang dinyatakan sembuh.

BioNTech, yang memiliki vaksin tersebut, mengatakan sejauh ini mereka telah menandatangani kesepakatan untuk memasok 570 juta dosis di seluruh dunia untuk tahun 2021. Mereka berharap dapat memasok setidaknya 1,3 miliar dosis pada 2021. (Al Jazeera)

Berita Lainnya