sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sydney perpanjang lockdown Covid-19 hingga sebulan

Sydney telah berada di bawah lockdown ketat sejak akhir Juni akibat lonjakan kasus yang disebabkan varian Delta.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 28 Jul 2021 12:50 WIB
Sydney perpanjang lockdown Covid-19 hingga sebulan

Otoritas Sydney mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang lockdown di kota tersebut hingga satu bulan lagi. Langkah itu dilakukan karena lonjakan kasus infeksi di Sydney. 

Kota terbesar di Australia tersebut telah berada di bawah lockdown ketat sejak akhir Juni akibat lonjakan kasus yang disebabkan varian Delta yang lebih menular. 

Lebih dari 2.500 orang telah terinfeksi dalam wabah terburuk di Sydney tahun ini.

Negara Bagian New South Wales, di mana Sydney merupakan ibu kotanya, melaporkan 177 kasus baru pada Rabu (28/7), kasus terbanyak dalam sehari sejak Maret 2020.

Perdana Menteri Gladys Berejiklian mengatakan, tidak mungkin bagi kota itu untuk bebas dari lockdown pada Jumat (30/7) seperti yang sudah direncanakan pada awalnya.

Dia mengumumkan pembatasan lebih lanjut pada pergerakan, termasuk batas bepergian maksimal sejauh 10 kilometer untuk belanja hal esensial.

Victoria dan South Australia keduanya telah bebas dari lockdown pada Rabu.

Lima juta penduduk Sydney telah menikmati gaya hidup yang cukup normal tahun ini sebelum lonjakan infeksi terjadi.

Sponsored

Selama sebagian besar waktu pandemik, Australia dinilai berhasil menjaga laju infeksi relatif rendah dengan menutup perbatasannya dan memerintahkan karantina di hotel untuk kedatangan dari luar negeri.

Pemerintah negara bagian telah secara cepat memberlakukan lockdown demi mengekang wabah dan menggunakan pelacakan kontak yang agresif.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa pembatasan di Sydney dapat berlangsung hingga September atau bahkan lebih lama lagi.

Pihak berwenang mengatakan, mereka tidak dapat membuka kembali kota itu sampai tingkat penularan kembali mendekati nol. Setidaknya satu dari tiga kasus dari minggu lalu diidentifikasi sebagai penularan lokal.

Lockdown yang sangat ketat telah memicu ketidakpuasan di antara beberapa komunitas. Ribuan orang menggelar protes di Sydney, Melbourne, dan kota-kota lain pada akhir pekan lalu. 

Pedemo juga memrotes program vaksin nasional yang dimulai pada Februari. Pasalnya, baru 16% dari populasi orang dewasa Australia yang telah divaksinasi.

Setelah berbulan-bulan dikritik, Perdana Menteri Scott Morrison pada pekan lalu meminta maaf atas penanganan pemerintahannya terhadap program vaksinasi yang dinilai lambat.

Sumber : BBC

Berita Lainnya