logo alinea.id logo alinea.id

Taipan China resmi ditahan atas dugaan pelecehan seksual anak

Wang Zhenhua merupakan salah satu pengembang terkemuka dan miliarder China.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 11 Jul 2019 15:39 WIB
Taipan China resmi ditahan atas dugaan pelecehan seksual anak

Kejaksaan Distrik Putuo di Shanghai menyatakan bahwa dua orang yang bermarga Wang dan Zhou secara resmi ditahan. Media corong Partai Komunis, Global Times, mengidentifikasi Wang sebagai Wang Zhenhua, salah satu pengembang terkemuka dan miliarder China.

"Berdasarkan penyelidikan polisi, pengakuan dari para tersangka, pernyataan dari para korban dan keterangan para saksi, Wang dan Zhou diduga melakukan kejahatan pelecehan seksual terhadap anak-anak," jelas pernyataan polisi Shanghai pada Rabu (10/7).

Sementara itu, Zhou adalah wanita berusia 49 tahun yang sebelumnya diduga membawa dua anak perempuan, berusia sembilan dan 12 tahun, ke sebuah hotel bintang lima di Shanghai untuk bertemu dengan Wang Zhenhua.

Foto-foto yang menunjukkan Wang dan Zhou di balik jeruji besi telah dirilis oleh stasiun televisi lokal, China Central Televsion (CCTV).

Berita itu datang setelah pada 1 Juli, media melaporkan Wang dan Zhou ditahan oleh kepolisian Shanghai. Penangkapan itu terjadi tiga hari setelah seorang wanita mengajukan laporan kepada polisi, menyatakan bahwa putrinya yang berusia sembilan tahun telah dilecehkan oleh Wang Zhenhua.

Sebuah laporan media lokal mengatakan Zhou berteman dengan orang tua anak-anak itu. Dia mengaku akan membawa mereka ke Disneyland Shanghai.

Wang Qiushi, pengacara di Kantor Hukum Binli di Heilongjiang, mencatat bahwa pengumuman kantor kejaksaan menggunakan istilah pelecehan seksual dan bukan pemerkosaan karena hukuman untuk kedua kejahatan itu sangat berbeda.

"Belum ada kesimpulan resmi dari cedera yang diduga diderita oleh korban," kata dia. "Saya harap polisi melakukan penyelidikan menyeluruh."

Sponsored

Di bawah hukum China, kejahatan pemerkosaan dijatuhi hukuman antara tiga hingga 10 tahun penjara, sementara pelecehan seksual terhadap anak diancam dengan hukuman maksimum lima tahun penjara.

Future Land, salah satu perusahaan yang didirikan Wang Zhenhua, mengonfirmasi penangkapannya pada Rabu malam waktu setempat tanpa memberikan rincian terkait tuduhan terhadap pria berusia 57 tahun itu.

"Menurut pemberitahuan dari Kejaksaan Distrik Putuo dan otoritas keamanan publik, penangkapan Wang Zhenhua ... ditetapkan pada 10 Juli 2019 atas tuduhan tindakan kejahatan. Kasus ini sedang diproses lebih lanjut," kata Future Land dalam pernyataannya kepada Bursa Efek Hong Kong.

Saham Future Land jatuh 40% pada pekan lalu setelah berita penangkapan Wang Zhenhua tersebar.

Pada (5/7), perusahaan menerbitkan surat terbuka yang isinya mengungkapkan penyesalan kepada korban dan keluarga atas kesalahan yang dilakukan Wang Zhenhua.

Sebelumnya, pada Rabu (3/7), Wang Xiaosong, putra Wang Zhenhua, dipilih sebagai kepala perusahaan, menggantikan posisi ayahnya.

Future Land menyatakan Wang Zhenhua tidak memegang posisi apa pun dan insiden itu tidak akan memengaruhi kegiatan perusahaan.

Meskipun sudah tidak terdaftar sebagai kepala perusahaan, Wang Zhenhua masih memegang saham terbesar Future Land. Dia juga merupakan ketua dewan dari perusahaan pengembang real estat lainnya, Seazen Holdings.

Hingga kini belum ada pernyataan atau tanggapan langsung dari Wang Zhenhua. (BBC, AP, dan South China Morning Post)