sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Taiwan siap tampung pencari suaka Hong Kong

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjadi pemimpin dunia pertama yang berjanji akan membantu warga Hong Kong yang lari dari rumahnya.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 03 Jul 2020 13:07 WIB
Taiwan siap tampung pencari suaka Hong Kong
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Taiwan telah mendirikan kantor untuk membantu orang-orang yang melarikan diri dari Hong Kong setelah China memberlakukan UU Keamanan Nasional yang kontroversial.

UU Keamanan Nasional secara resmi diloloskan oleh parlemen China pada Selasa (30/6). Kebijakan tersebut menargetkan upaya-upaya pemisahan diri, subversi, terorisme, dan campur tangan pihak asing di Hong Kong.

Kantor Layanan dan Pertukaran Taiwan-Hong Kong dibuka di pusat Taipei pada Rabu (1/7). Pejabat setempat, Chen Ming-tong, menyebut langkah tersebut sebagai tonggak penting bagi pemerintah untuk mendukung demokrasi dan kebebasan di Hong Kong.

Chen mengatakan, kantor baru itu menunjukkan tekad Taiwan membantu rakyat Hong Kong.

"Kami juga menyambut perusahaan multinasional (di Hong Kong) untuk memindahkan kantor pusat mereka ke Taiwan," lanjut dia.

Chen menolak untuk mengungkapkan berapa banyak warga Hong Kong yang berencana melarikan diri atau jumlah aplikasi yang telah diterima pemerintah Taiwan.

Sebelumnya Beijing membantah tengah berupaya meredam kebebasan Hong Kong dan mengutuk rencana Taiwan untuk membantu orang-orang yang hendak melarikan diri.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan segan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka.

Sponsored

Pada Selasa, Kantor Urusan Taiwan di China menjelaskan bahwa UU Keamanan Nasional akan menepis segala campur tangan pihak asing, termasuk Taiwan, yang tidak diinginkan di Hong Kong.

Zhu Fenglian, juru bicara kantor itu, juga memperingatkan Taiwan bahwa upaya untuk merusak kedaulatan nasional China, serta mengancam keamanan, pembangunan, dan stabilitas Hong Kong akan berakhir sia-sia.

Pada Mei, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjadi pemimpin dunia pertama yang berjanji akan membantu warga Hong Kong yang lari dari rumahnya akibat pengetatan kontrol China.

Sejak protes antipemerintah dimulai di Hong Kong pada 2019, sekitar 200 orang telah melarikan diri ke Taiwan.

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya