sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tak terkena sanksi, sektor pariwisata jadi fokus Kim Jong-un

Kim Jong-un memerintahkan agar fasilitas di resor wisata Gunung Kumgang harus dibangun kembali dengan modern.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 23 Okt 2019 11:57 WIB
Tak terkena sanksi, sektor pariwisata jadi fokus Kim Jong-un

Kim Jong-un mengatakan fasilitas milik Korea Selatan di resor wisata Gunung Kumgang harus dihilangkan dan dibangun kembali dengan modern oleh Korea Utara. Pernyataan tersebut dipublikasikan oleh media pemerintah Korea Utara pada Rabu (23/10), menggarisbawahi dinginnya relasi kedua negara.

Gunung Kumgang adalah salah satu dari dua proyek ekonomi utama antar-Korea, bersama dengan Zona Industri Kaesong. Di lain sisi, itu juga merupakan tanda penting kerja sama antara kedua Korea setelah Perang Korea. 

Namun, saat memeriksa tempat wisata di pantai timur Korea Utara tersebut, dia mengatakan adalah gagasan keliru menganggap Gunung Kumgang sebagai simbol hubungan Utara dan Selatan. Kim Jong-un menegaskan bahwa resor itu adalah tanah Korea Utara, dan pariwisata di situ tidak boleh berada di bawah kendali Korea Selatan.

"Kami akan selalu menyambut rekan-rekan kami dari Selatan jika mereka ingin datang ke Gunung Kumgang setelah dibangun dengan luar biasa sebagai destinasi wisata kelas dunia," ujar Kim Jong-un seperti dilansir KCNA.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang bertanggungjawab atas urusan antar-Korea menuturkan bahwa pihaknya tengah membahas niat Korea Utara.

"Jika ada permintaan dari Korea Utara, kami selalu bersedia untuk berdiskusi dari aspek melindungi hak properti warga negara kami, semangat perjanjian antar-Korea dan dimulainya wisata ke Gunung Kumgang," sebut juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Lee Sang-min.

Korea Utara dan Korea Selatan telah menjajaki prospek memulai kembali sejumlah proyek ekonomi bersama sebelum hubungan keduanya menjadi dingin belakangan. Pyongyang mengkritik Seoul karena mengadopsi senjata teknologi tinggi dan melanjutkan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.

Ditangguhkan

Sponsored

Warga Korea Selatan diizinkan mengunjungi Gunung Kumgang sejak 1998 melalui laut dan 2003 melalui darat. Sejumlah perusahaan Korea Selatan seperti Hyundai Asan dan Ananti Inc berinvestasi di destinasi wisata itu, yang menyalurkan jutaan dolar per tahun ke Pyongyang.

Namun, Korea Selatan menangguhkan perjalanan ke Kumgang pada 2008 setelah seorang tentara Korea Utara menembak mati seorang turis asal negaranya yang tanpa sengaja memasuki wilayah militer.

Sejak saat, fasilitas yang didanai Korea Selatan tetap ada. Tetapi tur dari Korea Selatan belum dilanjutkan, di tengah sanksi internasional yang mencoba memaksa Korea Utara untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Meski demikian, reuni keluarga antar-Korea yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-1953, diadakan di Kumgang.

Hyundai Asan dalam pernyataan singkatnya menuturkan bahwa pihaknya terganggu oleh pernyataan Kim Jong-un, tetapi akan merespons perkembangannya dengan tenang.

Kim Jong-un mengkritik apa yang disebutnya kebijakan keliru pada pendahulunya yang bergantung pada pihak lain untuk mengembangkan destinasi wisata. Dia menegaskan bahwa Gunung Kumgang harus dijaga sebagai bagian dari daerah wisata yang lebih besar yang meliputi gunung dan daerah wisata pesisir Wonsan-Kalman.

Pariwisata Korea Utara, tidak dikenai sanksi internasional dan semakin didorong untuk menjadi salah satu industri utama yang menjadi pusat kebijakan Kim Jong-un tentang pertumbuhan ekonomi mandiri.

Soal dimulainya kembali wisata Gunung Kumgang telah berulang kali disebutkan sebagai kemungkinan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam beberapa tahun terakhir.

Selama pertemuan puncak dengan Kim Jong-un di Pyongyang pada September 2018, Moon Jae-in dan Kim Jong-un telah sepakat untuk menormalisasi tur ke Gunung Kumgang dan Kompleks Industri Kaesong segera setelah kondisinya memungkinkan.

Sumber : Reuters