sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Taliban salahkan AS atas kekacauan di bandara

AS dan negara-negara lain telah membawa pasukan untuk mengelola upaya evakuasi di bandara di Kabul.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Agst 2021 12:24 WIB
Taliban salahkan AS atas kekacauan di bandara

Taliban pada Minggu (22/8) menyalahkan Amerika Serikat atas kekacauan yang terjadi di sekitar bandara di Ibu Kota Kabul, di mana ribuan orang berusaha pergi dari negara itu setelah kelompok pemberontak itu mengambil alih.

Kementerian Pertahanan Inggris telah mengonfirmasi kematian tujuh warga Afghanistan di dekat bandara pada Sabtu (21/8).

"Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri. Kekacauan hanya terjadi di bandara Kabul," tutur Amir Khan Mutaqi, seorang petinggi Taliban.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa, "AS, dengan segala kekuatan dan kemampuannya, serta dengan presiden mereka yang memberikan perhatian langsung pada proses evakuasi, telah gagal untuk menertibkan bandara."

AS dan negara-negara lain telah membawa pasukan untuk mengelola upaya evakuasi di bandara di Kabul.

Saksi mata mengatakan, pejuang Taliban di luar bandara telah melepaskan tembakan ke udara ketika orang banyak yang ingin meninggalkan negara itu berkumpul di sekitar bandara.

Langkah pengambilalihan nasional Taliban yang memuncak pada perebutan ibu kota Afghanistan seminggu yang lalu mendorong negara-negara Barat, khususnya AS, untuk melakukan evakuasi massal personel mereka. 

Tak hanya warga dari negara asing, sejumlah warga Afghanistan pun berupaya keluar dari negara itu. Para pejabat Taliban menyatakan bahwa evakuasi warga Afghanistan adalah tindakan ilegal.

Sponsored

Sejak itu, puluhan ribu warga Afghanistan membanjiri bandara Kabul dengan harapan mendapatkan tempat di salah satu penerbangan evakuasi.

"Kondisi di lapangan sangat menantang tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengelola situasi seaman mungkin," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan.

Suhu pada Sabtu di Kabul mencapai 34 derajat Celcius. Belum jelas apakah korban tewas akibat luka fisik, mati lemas, atau menderita serangan jantung yang fatal di tengah kerumunan.

Pada Sabtu, warga AS di Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu disarankan untuk tidak pergi ke bandara Kabul kecuali mereka telah menerima instruksi dari perwakilan pemerintah AS untuk melakukannya.

"Mereka mengevakuasi orang-orang dan pendukung lokal mereka secara ilegal. Ini tidak adil. Orang Afghanistan bebas pergi kapan saja dan ke mana saja mereka mau, tetapi mereka harus melakukannya dengan paspor dan visa," tegas Mutaqi.

Para pemimpin Taliban menekankan bahwa Afghanistan menginginkan hubungan baik dengan AS dan komunitas global, tetapi evakuasi yang kacau merusak niat baik mereka di antara warga Afghanistan.

Sementara itu, para pemimpin pemberontakan Taliban sedang melakukan pembicaraan internal dan pertemuan dengan mantan pejabat pemerintahan untuk membentuk apa yang telah mereka janjikan sebagai "pemerintahan Islam yang inklusif".

Kerangka pembentukan pemerintahan baru diharapkan akan segera diumumkan.

Para pemimpin senior Taliban pada Sabtu mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh terkemuka di ibu kota Afghanistan untuk bertukar pandangan tentang sistem pemerintahan masa depan.

Presiden Joe Biden menunda tanggal penarikan militer AS dari Afghanistan, yang sebelumnya pada 1 Mei menjadi 31 Agustus. Namun pekan lalu, Biden mengatakan dalam pidato nasional dari Gedung Putih bahwa AS dapat memperpanjang tenggat waktu itu untuk mengevakuasi semua warga AS yang ingin pulang.  

Sumber : Voice of America

Berita Lainnya