sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tanker minyak Iran terbakar, dipicu serangan rudal?

Tanker minyak bernama Sabiti disebut dihantam dengan dua rudal. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 11 Okt 2019 17:06 WIB
Tanker minyak Iran terbakar, dipicu serangan rudal?

Sebuah tanker minyak milik Iran dihantam oleh dua rudal di Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada Jumat (11/10). Demikian klaim media dan sejumlah pejabat Iran.

Sabiti, yang terbakar, mengalami kerusakan parah dan kebocoran minyak setelah dihantam pada pagi hari sekitar 96 km dari pelabuhan Arab Saudi di Jeddah. Kantor berita Iran, IRNA, menyatakan bahwa kebocoran terkendali.

Media Iran, Nour, yang memiliki kedekatan dengan Korps Pengawal Revolusi Iran menyatakan bahwa kru tanker aman.

Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC), pemilik tanker minyak, menjelaskan bahwa kapal mereka ditabrak oleh dua rudal. Tetapi mereka membantah bahwa rudal datang dari Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut hal serupa, yaitu bahwa kapal itu dihantam dua kali. Belum ada klaim tanggung jawab atas insiden tersebut.

Insiden ini merupakan yang terbaru yang melibatkan tanker minyak di wilayah Laut Merah dan Teluk dan kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara Teheran-Riyadh, musuh bebuyutan sejak lama. Keduanya terlibat perang proksi di Yaman.

Laut Merah adalah rute utama pengiriman global minyak dan perdagangan lainnya, yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Mediterania melalui Terusan Suez.  

Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan itu menuturkan mereka mengetahui laporan (serangan) itu, tetapi tidak memiliki informasi lebih lanjut.

Sponsored

Rusia mengatakan terlalu dini untuk menyalahkan siapa pun. China, pembeli utama minyak Iran, berharap agar seluruh pihak bekerja sama menegakkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk.

Harga minyak mentah melonjak akibat kabar serangan terbaru dan dikhawatirkan dapat menaikkan biaya pengiriman yang sudah tinggi.

Sumber : Reuters