sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tekan kasus Covid-19, China larang orang asing masuk

Secara total, China daratan mencatat 81.340 kasus infeksi Covid-19. Dari jumlah itu, 3.292 meninggal.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 27 Mar 2020 12:00 WIB
Tekan kasus Covid-19, China larang orang asing masuk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

China pada Kamis (26/3) malam mengumumkan penangguhan sementara izin masuk oleh warga negara asing yang memegang visa atau izin tinggal.

"Mengingat penyebaran Covid-19 yang cepat di seluruh dunia, China telah memutuskan untuk sementara waktu menangguhkan masuknya warga negara asing yang memegang visa atau izin tinggal yang masih berlaku. Kebijakan ini efektif mulai Sabtu (28/3) pukul 00.00," demikian pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri China dan  Administrasi Imigrasi Nasional.

Menurut pernyataan tersebut, entri bagi warga negara asing pemegang Kartu Perjalanan Bisnis APEC juga akan ditangguhkan.

Kebijakan itu juga termasuk visa pelabuhan, kebijakan transit bebas visa 24/72/144 jam, kebijakan bebas visa 30 hari Hainan, kebijakan bebas visa 15 yang ditentukan bagi tur kelompok pelayaran asing melalui Pelabuhan Shanghai, kebijakan bebas visa 144 jam Guangdong yang diperuntukkan bagi grup wisata asing dari Hong Kong atau Macau, dan kebijakan bebas visa 15 hari Guangxi yang ditujukan bagi grup wisata asing dari ASEAN.

"Entri dengan visa diplomatik, service, courtesy, atau C tidak akan terpengaruh," sebut pernyataan itu.

Warga negara asing yang datang ke China untuk kegiatan ekonomi, perdagangan, ilmiah,  teknologi atau kebutuhan darurat kemanusiaan dapat mengajukan permohonan visa di kedutaan atau konsulat China, sebut pernyataan itu, menambahkan bahwa masuknya warga negara asing dengan visa yang dikeluarkan setelah pengumuman tidak akan terpengaruh.

"Penangguhan itu adalah tindakan sementara menyusul China terpaksa mempertimbangkan situasi luar biasa ini dan praktik-praktik negara lain," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri China. "Kami akan tetap berhubungan erat dengan seluruh pihak dan menangani pertukaran personel dengan baik dengan seluruh dunia dalam situasi tertentu."

"Langkah-langkah yang disebutkan di atas akan dikalibrasi mengingat situasi yang berkembang."

Sponsored

China juga telah secara drastis memangkas rute penerbangan internasionalnya demi mencegah kembali melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di negara itu. Penerbangan dari China akan dibatasi satu rute dalam seminggu ke setiap negara, dengan maskapai internasional juga hanya diizinkan satu rute.

Administrasi Penerbangan Sipil China menekankan bahwa beban penumpang dalam penerbangan keluar-masuk China tidak boleh melebihi 75%.

"Rute penerbangan yang disesuaikan diharapkan mulai berjalan pada 29 Maret," sebut lembaga itu.

Ada pun semua penerbangan internasional menuju Beijing telah dialihkan ke pusat kota lainnya.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (27/3) mengumumkan bahwa pada Kamis, China daratan melaporkan kasus pertama infeksi lokal dalam tiga hari terakhir dan 54 kasus impor. Jumlah itu menurun dari 67 pada hari sebelumnya.

Secara total, China daratan mencatat 81.340 kasus infeksi Covid-19. Dari jumlah itu, 3.292 meninggal dan 74.588 dilaporkan sembuh.

Kasus impor, yang sebagian besar melibatkan warga negara China yang pulang ke kampung halaman, kini menjadi perhatian terbesar otoritas terkait. (Xinhua, AFP, dan Channel News Asia)

Berita Lainnya