logo alinea.id logo alinea.id

Tenggat negosiasi perang dagang AS-China tidak akan diperpanjang

Tenggat negosiasi perang dagang AS-China jatuh pada 1 Maret.

Khairisa Ferida Selasa, 12 Feb 2019 15:10 WIB
Tenggat negosiasi perang dagang AS-China tidak akan diperpanjang

David Malpass, anggota delegasi perdagangan Amerika Serikat ke China, mengatakan pada Selasa (12/2), tenggat 1 Maret bagi Beijing dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan perdagangan tidak akan diperpanjang.

Malpass, yang juga wakil menteri keuangan untuk urusan internasional, merespons dengan singkat pertanyaan tersebut saat berjalan keluar dari hotel di pusat kota Beijing untuk melanjutkan hari kedua pembicaraan dengan China. Dia dan anggota lain dari delegasi yang dipimpin oleh Wakil Perwakilan Dagang AS Jeffrey D. Gerrish, tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan lain terkait progres negosiasi.

Delegasi AS dan China memulai pembicaraan pada Senin sebelum nantinya diskusi berlanjut ke tingkat lebih tinggi, di mana AS akan dipimpin oleh Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Kamis dan Jumat.

Jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan pada 1 Maret, ketika gencatan senjata 90 hari berakhir, pemerintahan Donald Trump menegaskan akan menaikkan tarif barang China dari 10% menjadi 25%.

Para analis menilai, akan sulit bagi dua raksasa ekonomi dunia itu untuk menyelesaikan sengketa perdagangan tepat waktu, mengingat tantangan atas tuntutan AS untuk reformasi struktural di China demi mengatasi isu perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi secara paksa, dan subsidi negara untuk mendukung perusahaan-perusahaan lokal. 

Isu lain yang tengah dinegosiasikan termasuk ketidakseimbangan perdagangan yang menguntungkan China, pencurian siber, kontrol mata uang, akses pasar dan mekanisme penegakan atas setiap perjanjian yang dibuat.

Pembicaraa yang berlangsung pekan ini akan dipimpin oleh pihak China, tepatnya oleh Wakil PM Liu He, yang juga merupakan kepala negosiator perdagangan Tiongkok.

Sebelumnya, pada akhir Januari, Liu He telah lebih dulu bertandang ke Washington, di mana dia menjelaskan bahwa diskusi perdagangan telah mencapai banyak konsesus penting menuju kesepakatan. Namun, dia menekankan bahwa pada akhirnya, kesepakatan itu akan bergantung pada persetujuan antara Trump dan Presiden Xi Jinping.

Sponsored

Sementara itu, pada Kamis (7/2), Trump mengatakan bahwa dia tidak akan bertatap muka dengan Presiden Xi Jinping sebelum tenggat berakhir. 

Penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway mengatakan kepada Fox News pada Senin (11/2) mengklaim bahwa akhir perang dagang sudah dekat. Dia menambahkan, Trump ingin segera bertemu dengan Xi Jinping.

Sebuah laporan yang dirilis pada Senin kemarin menyebutkan, Trump dan Xi Jinping kemungkinan akan bertemu di Hainan. Namun, ada pula yang menyebutkan pertemuan keduanya berpotensi berlangsung di tempat peristirahatan pribadi Trump, Mar-a-Lago, di Florida. (South China Morning Post)

Cinta bersemi dari aplikasi

Cinta bersemi dari aplikasi

Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB