sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terdampar, para sopir truk marah besar di Dover

Munculnya varian baru Covid-19 berdampak pada pengetatan perbatasan.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Rabu, 23 Des 2020 18:02 WIB
Terdampar, para sopir truk marah besar di Dover
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Seorang pengemudi marah besar terhadap petugas kepolisian di kawasan perbatasan pelabuhan Dover, Inggris, pada Rabu (23/12). Kemarahan itu terjadi ketika Prancis melakukan blokade parsial untuk menghentikan penyebaran varian baru Covid-19.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pengemudi membunyikan klakson truk mereka dan berkumpul di jalan sekitar pelabuhan. Para sopir tersebut terlihat frustrasi lantaran terjebak kemacetan.

Paris dan London pada Selasa malam memang telah sepakat bahwa pengemudi yang membawa hasil tes Covid-19 dinyatakan negatif dapat menaiki feri menuju Calais. Namun proses ini akan lama hingga memicu kemacetan.

“Kami sedang menyiapkan infrastruktur. Jadi angkatan bersenjata akan melakukan itu (pengujian Covid-19). Sebagai contoh pertama untuk membantu kami menyiapkannya dan melewati beberapa simpanan yang Anda lihat,” ujar Sekretaris Perumahan Inggris, Robert Jenrick kepada kepada Sky News.

Pengemudi yang hendak melintas akan dites PCR lebih komprehensif dan membutuhkan waktu yang lama. Kemudian, dari hasil PCR tersebut, jika memang hasilnya enunjukkan positif maka akan diberikan kamar hotel isolasi.

Dampaknya, hampir sebagian besar pengemudi truk di Eropa terdampar dan tanpa akses untuk mendapatkan makanan atau fasilitas kamar mandi. Hal ini membuat mereka semakin marah dan terancam tidak dapat pulang tepat waktu untuk merayakan Natal bersama keluarga.

“Mereka tidak memberi kami makanan, mereka tidak memberi kami minuman, mereka tidak memberi kami sanitasi, mereka tidak menawarkan apa pun kepada kami,” katanya dalam bahasa Spanyol.

“Situasinya pada dasarnya tidak manusiawi, jadi yang kami minta adalah solusinya,” ujar salah seorang pengemudi.

Sponsored
Berita Lainnya