sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terjadi ketimpangan distribusi dan vaksinasi Covid-19 global

Sebesar 75% dari 2,2 miliar dosis yang telah disuntikkan berada di negara maju.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 11 Jun 2021 08:07 WIB
Terjadi ketimpangan distribusi dan vaksinasi Covid-19 global

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan, kesenjangan distribusi dan vaksinasi Covid-19 global tergolong besar. Pangkalnya, 75% vaksin dari 2,2 miliar dosis yang telah disuntikkan berada 10 negara maju, sedangkan negara dunia ketiga hanya 0,4%.

Berdasarkan perhitungan persentase vaksinasi terhadap populasi, kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi 64,33% dari total penduduknya, disusul Eropa 52,85%, dan Asia Tenggara 8,91%. Posisi terakhir di tempati Afrika dengan 2,86%.

"Ini masih jauh dari target WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang mengharapkan setidaknya 10% penduduk di setiap negara telah divaksin pada bulan September dan 30% pada akhir Desember tahun ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6).

Karenanya, Covax Facility mendorong mekanisme berbagai vaksin (dose-sharing) guna mengurangi gap tersebut. Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol akan menyalurkan tambahan vaksin yang dimiliki melalui skema itu.

Dengan mekanisme ini, terang Retno, negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki untuk kemudian dikelola Covax Facility dan dibagikan kepada negara lain yang memerlukan.

“Sebagai salah satu co-chair Covax AMC Engagement Group, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara," jelasnya.

Indonesia, tambah dia, juga menjadi salah satu co-sponsor dari proposal trips waiver yang berupaya menghapuskan hak kekayaan intelektual produk dan teknologi yang digunakan untuk penanganan Covid-19. Harapannya, penanganan pandemi secara global dapat dilakukan dengan lebih merata.

Pembahasan awal terhadap traktat proposal di WHO kemungkinan baru bakal dimulai pada 17 Juni 2021. Retno berharap, negosiasi dapat diselesaikan dalam waktu cepat guna meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan.

Sponsored

"Upaya ini akan berhasil dengan baik jika mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Setiap dari kita dan kita semua dapat menjadi bagian dari solusi. Mari kita sukseskan vaksinasi Covid-19 dan tetap terapkan protokol kesehatan," tutupnya.

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya