sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tidak hanya Gedung Putih, Covid-19 terobos masuk Pentagon

Akibatnya panglima tertinggi AS yang terjangkit Covid-19 dan sejumlah petinggi militer pun diisolasi akibat pandemik tersebut.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 08 Okt 2020 15:48 WIB
Tidak hanya Gedung Putih, Covid-19 terobos masuk Pentagon
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Setelah Presiden Donald Trump, pejabat, dan sejumlah staf Gedung Putih dilaporkan positif Covid-19, kini virus itu juga menyerang Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau biasa disebut Pentagon.

Akibatnya panglima tertinggi AS yang terjangkit Covid-19 dan sejumlah petinggi militer pun diisolasi akibat pandemik tersebut.

Ketika pandemik dikabarkan menembus tembok Pentagon, pada Selasa (6/10) Kemenhan AS menyatakan, tidak ada perubahan pada kesiapan operasional atau kemampuan misi Angkatan Bersenjata AS.

Trump dinyatakan positif pekan lalu dan dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Dia kemudian kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10).

Tidak lama setelah Trump kembali bekerja, Pentagon mengumumkan anggota Kepala Staf Gabungan, termasuk ketuanya, Mark Milley, melakukan karantina mandiri.

Mereka semua dinyatakan negatif Covid-19 tetapi akan melakukan karantina mandiri setelah melakukan kontak selama pertemuan minggu lalu dengan Wakil Komandan US Coast Guard Laksamana Charles Ray, yang dites positif Covid-19.

Selain Milley, mereka yang pekan lalu bertemu dengan Ray termasuk Wakil Ketua Staf Gabungan John Hyten, Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Michael Gilday, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James McConville, serta Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Charles Brown.

"Semua telah menjalankan tes kesehatan dan tidak ada satu pun yang menunjukkan hasil positif. Selain itu, tidak ada yang menunjukkan gejala apa pun," kata seorang pejabat Pentagon.

Sponsored

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan, siapa pun yang telah melakukan kontak dengan Ray akan melakukan karantina mandiri.

"Kami sedang melakukan pelacakan kontak tambahan dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk melindungi pasukan dan misi," kata Hoffman. "Para pemimpin militer senior tetap dapat menjalankan misi sepenuhnya dan menjalankan tugas mereka dari lokasi kerja alternatif," paparnya.

US Coast Guard mengatakan, Ray dinyatakan positif pada Senin (5/10) setelah mengalami gejala ringan dan kini sedang menjalani karantina mandiri.

 

Sumber: France 24 dan voanews.com

Berita Lainnya